Mengatasi People Pleaser: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dan Menjaga Batasan

Mahasiswi Universitas Pamulang, Jurusan Sastra Indonesia.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Adinda Nurtopani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang menghadapi kesulitan dalam mengatasi kecenderungan untuk menjadi people pleaser atau orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain di atas kebutuhan dan keinginan mereka sendiri.
Dikutip dari laman ugm.ac.id, Psikolog UGM, Smita Dinakaramani, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menjelaskan people pleaser merupakan pelabelan informal bagi individu yang memiliki keinginan kuat untuk menyenangkan orang lain.
Smita juga menyebutkan terdapat beberapa ciri yang mencerminkan people pleaser. Ciri dalam diri orang dengan people pleaser adalah:
Memprioritaskan kepentingan maupun perasaan orang lain dibandingkan dirinya sendiri.
Ingin terlihat sempurna dan berharap bisa menyenangkan semua orang.
Memiliki keinginan kuat agar semua orang menyukai dirinya.
Mudah atau sering meminta maaf karena penuh dengan rasa bersalah maupun takut disalahkan.
Takut terhadap konflik. Ada perasaan cemas, tidak nyaman, serta takut apabila tidak disetujui orang lain.
Meskipun tampaknya menjadi hal yang baik untuk memprioritaskan kebahagiaan orang lain, menjadi people pleaser secara berlebihan dapat mengorbankan kesejahteraan dan kepuasan pribadi.
Oleh karena itu, penting untuk mencintai diri sendiri dan menjaga batasan yang sehat. Mencintai diri sendiri adalah langkah pertama yang penting dalam mengatasi kecenderungan sebagai people pleaser.
Ini berarti mengakui dan menghargai diri sendiri sebagai individu yang berharga dengan kebutuhan, keinginan, dan batasan pribadi.
Menerima dan mencintai diri sendiri dengan semua kelebihan dan kekurangan adalah fondasi untuk membangun hubungan yang sehat dengan diri sendiri dan orang lain.
Dalam mencintai diri sendiri, penting untuk menghargai waktu dan energi kita sendiri serta mengenali pentingnya memenuhi kebutuhan pribadi kita secara seimbang.
Selanjutnya, menjaga batasan yang sehat adalah kunci untuk mengatasi kecenderungan people pleaser.
Menetapkan batasan yang jelas dan berkomunikasi dengan orang lain tentang apa yang dapat dan tidak dapat kita lakukan adalah penting.
Ini melibatkan belajar untuk mengatakan "tidak" ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan, kebutuhan, atau kemampuan kita.
Menjaga batasan juga berarti tidak terjebak dalam perasaan bersalah ketika kita tidak dapat memenuhi permintaan atau harapan orang lain.
Penting untuk mengingat bahwa kita tidak dapat menyenangkan semua orang, dan itu adalah hal yang wajar.
Mengatasi kecenderungan people pleaser juga melibatkan mengembangkan kemampuan untuk mengelola ekspektasi orang lain.
Kadang-kadang, orang lain mungkin memiliki harapan yang tidak realistis atau terlalu banyak mengandalkan kita.
Penting untuk berkomunikasi dengan jelas tentang apa yang dapat kita lakukan dan apa yang tidak dapat kita lakukan.
Jika ada situasi di mana permintaan atau harapan tidak sejalan dengan nilai-nilai dan kebutuhan kita, penting untuk mempertahankan integritas pribadi dan tidak mengorbankan kebahagiaan kita sendiri.
Selain itu, penting juga untuk menyadari bahwa menyenangkan orang lain tidak selalu membawa kebahagiaan jangka panjang.
Memenuhi kebutuhan dan keinginan orang lain sepanjang waktu dapat menyebabkan perasaan kelelahan, kekecewaan, dan kehilangan identitas pribadi.
Dalam prosesnya, kita mungkin kehilangan diri sendiri dan mengabaikan kepentingan dan kebahagiaan pribadi kita.
Oleh karena itu, penting untuk mengakui bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan pribadi adalah penting dan layak untuk diprioritaskan.
Dalam mengatasi kecenderungan people pleaser, dukungan sosial juga dapat berperan penting. Berbicara dengan teman dekat, anggota keluarga, atau bahkan profesional dapat membantu mengidentifikasi pola perilaku dan memberikan pandangan objektif.
Mereka dapat memberikan dukungan, saran, dan dorongan dalam membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri dan orang lain.
Kesimpulannya, menjadi people pleaser dapat mengorbankan kesejahteraan pribadi dan kepuasan hidup. Oleh karena itu, penting untuk mencintai diri sendiri dan menjaga batasan yang sehat.
Mencintai diri sendiri melibatkan penghargaan terhadap diri kita sendiri sebagai individu yang berharga, sementara menjaga batasan berarti menetapkan dan mengkomunikasikan apa yang dapat dan tidak dapat kita lakukan.
Dalam prosesnya, kita harus mengelola ekspektasi orang lain dan mengingat bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan pribadi adalah prioritas yang layak.
Saya tidak bisa memberi tahu anda kunci kesuksesan, tetapi kunci kegagalan adalah mencoba menyenangkan semua orang," —Ed Sheeran.
