Konten dari Pengguna

Latihan Dumbbell dengan Tempo Lambat: Benarkah Gerakan Pelan Lebih Efektif untuk Pertumbuhan Otot?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Afdal Effendy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto: Aplikasi Canva
zoom-in-whitePerbesar
foto: Aplikasi Canva

Banyak orang menganggap latihan dumbbell harus dilakukan dengan beban berat dan gerakan cepat agar otot cepat terbentuk. Padahal, ada teknik latihan yang tidak kalah menarik untuk dicoba, yaitu slow-tempo training atau latihan dengan tempo gerakan lambat dan terkontrol. Teknik ini dapat dilakukan di rumah tanpa membutuhkan alat gym yang lengkap. Cukup menggunakan dumbbell, seseorang bisa melatih otot sekaligus belajar mengendalikan setiap gerakan dengan lebih baik. Namun, apakah gerakan yang lebih lambat benar-benar membuat otot tumbuh lebih cepat? Mengenal Latihan Dumbbell dengan Tempo Lambat Slow-tempo training merupakan metode latihan beban dengan mengatur durasi setiap fase gerakan. Sebagai contoh, saat melakukan dumbbell biceps curl, beban diangkat selama dua detik, kemudian diturunkan secara perlahan selama tiga detik. Gerakan menurunkan beban sering kali dilakukan terlalu cepat karena seseorang ingin segera menyelesaikan repetisi. Padahal, mengendalikan fase tersebut dapat membantu menjaga teknik dan mengurangi ketergantungan pada momentum. Meski begitu, gerakan lambat bukan berarti harus dilakukan selama mungkin. Tujuan utamanya adalah menjaga kontrol terhadap beban dan memastikan latihan dilakukan dengan teknik yang tepat. Manfaat Gerakan Lambat untuk Pertumbuhan Otot Latihan dengan tempo terkontrol dapat membantu seseorang lebih fokus pada otot yang sedang dilatih. Selain itu, memperlambat gerakan dapat meningkatkan tantangan latihan tanpa harus selalu menambah beban, terutama bagi orang yang hanya memiliki dumbbell di rumah. Namun, gerakan lambat tidak otomatis menghasilkan pertumbuhan otot yang lebih besar. Pertumbuhan otot juga dipengaruhi oleh beban latihan, tingkat usaha, peningkatan latihan secara bertahap, nutrisi, dan waktu pemulihan. Artinya, tempo lambat merupakan salah satu strategi latihan, bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan.