Protein Tinggi, Lemak Rendah: Apakah Pola Makan Fitness Memengaruhi Kesehatan Kulit?

Mahasiswa Universitas Pamulang yang akan menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan bermanfaat.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Afdal Effendy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pola makan tinggi protein dan rendah lemak menjadi pilihan populer bagi orang yang ingin membentuk otot sekaligus menjaga berat badan. Menu seperti dada ayam, putih telur, dan sayuran sering menjadi andalan dalam program fitness. Namun, pernahkah terpikir bahwa pola makan tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan kulit? Kulit membutuhkan nutrisi yang cukup agar tetap sehat, terjaga kelembapannya, dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Karena itu, pola makan untuk membentuk tubuh ideal sebaiknya tidak hanya berfokus pada otot, tetapi juga memperhatikan keseimbangan gizi. Protein Penting, tetapi Bukan Satu-satunya Kunci Protein berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, termasuk kulit. Tubuh menggunakan asam amino dari protein untuk membentuk berbagai protein struktural, termasuk kolagen yang membantu menjaga kekuatan kulit. Mengonsumsi sumber protein seperti ikan, telur, ayam, tahu, dan tempe dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh. Namun, mengonsumsi protein dalam jumlah tinggi tidak otomatis membuat kulit lebih sehat. Tubuh tetap membutuhkan zat gizi lain agar proses pemeliharaan jaringan berlangsung optimal. Mengapa Tubuh Tetap Membutuhkan Lemak? Dalam program fitness, lemak sering dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari. Padahal, lemak merupakan bagian penting dari pola makan seimbang. Lemak membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Selain itu, asam lemak esensial berperan dalam menjaga fungsi pelindung kulit. Jika asupan lemak terlalu rendah dalam jangka panjang, kebutuhan nutrisi tubuh dapat sulit terpenuhi dan kondisi kulit berpotensi terganggu. Sumber lemak sehat dapat diperoleh dari ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan minyak nabati. Jadi, mengurangi lemak secara berlebihan bukanlah strategi terbaik untuk mendapatkan tubuh bugar sekaligus kulit sehat. Diet Ketat Bisa Memengaruhi Penampilan Kulit Selain komposisi protein dan lemak, jumlah energi yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Pola makan yang terlalu ketat dapat membuat tubuh kekurangan energi dan zat gizi yang dibutuhkan untuk pemulihan setelah latihan. Kekurangan nutrisi tertentu dapat berkontribusi terhadap kulit kering atau rambut yang mudah rontok. Meski demikian, perubahan kulit tidak selalu disebabkan oleh pola makan karena faktor hormon, kondisi kesehatan, perawatan kulit, dan lingkungan juga berpengaruh. Karena itu, program fitness sebaiknya tidak hanya mengejar perubahan bentuk tubuh dalam waktu singkat. Pola makan yang beragam dan sesuai kebutuhan jauh lebih baik daripada menghilangkan kelompok makanan tertentu tanpa alasan yang jelas. Bagaimana Menyusun Pola Makan yang Lebih Seimbang? Jika ingin membentuk otot sekaligus menjaga kesehatan kulit, kombinasikan sumber protein dengan karbohidrat, lemak sehat, sayuran, dan buah-buahan. Penuhi kebutuhan cairan serta hindari pembatasan kalori yang berlebihan. Tidak ada satu jenis makanan yang dapat menjamin kulit selalu sehat. Namun, pola makan bergizi seimbang membantu memenuhi kebutuhan tubuh untuk berolahraga, memulihkan jaringan, dan mempertahankan fungsi kulit.
Pada akhirnya, membentuk tubuh ideal bukan berarti harus menghindari lemak sepenuhnya. Protein memang penting untuk membangun otot, tetapi lemak dan zat gizi lainnya tetap dibutuhkan agar tubuh dan kulit mendapatkan nutrisi yang cukup.
Afdal Effendy, Mahasiswa Universitas Pamulang
