Konten dari Pengguna

Pengalaman Magang di BSI: Satu Loket, Seribu Kebutuhan

Berbagai formulir dan dokumen menjadi bagian dari aktivitas pelayanan dan administrasi selama menjalani magang di BSI KCP Purbalingga Sudirman. Foto: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Berbagai formulir dan dokumen menjadi bagian dari aktivitas pelayanan dan administrasi selama menjalani magang di BSI KCP Purbalingga Sudirman. Foto: Dokumentasi Pribadi

Menjalani magang di BSI KCP Purbalingga Sudirman membuat saya menyadari bahwa pelayanan di bank bukan hanya tentang mengikuti prosedur, tetapi juga tentang ketelitian, komunikasi, dan memahami kebutuhan setiap nasabah.

Bukan Sekadar Mengambil Nomor Antrean

Ketika pertama kali membantu di area pelayanan Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Purbalingga Sudirman, saya membayangkan pekerjaan yang akan saya lakukan cukup sederhana: membantu nasabah mengambil nomor antrean, mengarahkan sesuai kebutuhannya, lalu membantu jika ada yang mengalami kesulitan.

Ternyata, setelah menjalaninya sendiri, saya baru menyadari bahwa di balik satu nomor antrean terdapat kebutuhan yang berbeda-beda. Ada nasabah yang datang untuk setor dan tarik tunai, pembayaran SPP, panjar, SPI, hingga tabungan haji. Ada pula yang membutuhkan bantuan terkait kartu ATM, seperti ATM tertelan, terblokir, expired, atau perlu diperpanjang.

Bagi saya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan pertama untuk melihat secara langsung bagaimana proses pelayanan perbankan berlangsung dan bagaimana seorang petugas harus menghadapi berbagai kebutuhan nasabah dalam satu waktu.

Ketika Formulir Menjadi Tantangan Pertama

Salah satu hal yang cukup menantang pada awal magang adalah mengenali berbagai jenis formulir. Setiap kebutuhan nasabah dapat memiliki formulir dan proses yang berbeda. Pada minggu-minggu awal, saya sempat merasa bingung ketika harus menentukan formulir yang sesuai dengan kebutuhan tertentu.

Dari situ saya belajar bahwa ketika belum yakin, saya tidak boleh asal memberikan arahan. Lebih baik bertanya dan memastikan terlebih dahulu kepada pihak yang lebih memahami. Bagi saya, hal tersebut menjadi pembelajaran penting karena memberikan pelayanan kepada nasabah membutuhkan ketelitian.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai lebih terbiasa mengenali jenis layanan dan memahami kebutuhan nasabah sebelum mengarahkannya. Hal yang awalnya terasa membingungkan perlahan menjadi sesuatu yang lebih mudah dilakukan.

Selain membantu pelayanan, saya juga terlibat dalam beberapa kegiatan pendukung, seperti membantu pembukaan rekening haji melalui aplikasi BYOND, melakukan fotokopi KTP dan buku tabungan, memindai dokumen, serta menyortir dokumen nasabah.

Kegiatan tersebut terlihat sederhana, tetapi tetap membutuhkan ketelitian. Ketika jumlah nasabah cukup banyak, pekerjaan juga harus dilakukan secara teratur agar tidak ada dokumen yang tertukar atau terlewat.

Pengalaman Magang : Belajar Menghadapi Berbagai Karakter Nasabah

Hal lain yang paling saya rasakan selama magang adalah pengalaman berinteraksi langsung dengan nasabah. Setiap nasabah memiliki karakter dan cara berkomunikasi yang berbeda.

Ada nasabah yang datang dengan ramah dan sudah memahami kebutuhannya. Namun, ada juga yang masih bingung sehingga membutuhkan arahan lebih jelas. Dalam kondisi seperti ini, saya belajar bahwa cara berkomunikasi tidak bisa selalu disamakan.

Saya mulai memahami bahwa pelayanan bukan hanya tentang memberikan informasi, tetapi juga bagaimana informasi tersebut disampaikan. Ketika nasabah belum memahami penjelasan, saya perlu mencoba menyampaikannya dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Di perkuliahan, saya dapat mempelajari konsep mengenai pelayanan dan komunikasi. Namun, ketika berhadapan langsung dengan nasabah, saya harus belajar menerapkannya dalam situasi yang sebenarnya.

Ada Banyak Pekerjaan di Balik Pelayanan

Semakin lama menjalani magang, saya mulai menyadari bahwa pelayanan nasabah tidak hanya tentang apa yang terlihat di depan. Ada berbagai pekerjaan pendukung yang ikut menentukan kelancaran proses pelayanan.

Mulai dari membantu memastikan nasabah mengambil antrean yang sesuai, membantu menyiapkan formulir, melakukan fotokopi dokumen, memindai berkas, hingga menyortir dokumen. Semua kegiatan tersebut saling berkaitan.

Pengalaman ini juga mengubah pandangan saya terhadap pekerjaan administrasi. Sebelumnya, kegiatan seperti fotokopi atau menyortir dokumen mungkin terlihat sederhana. Setelah mengalaminya sendiri, saya memahami bahwa pekerjaan tersebut tetap membutuhkan ketelitian dan tanggung jawab, terutama karena berkaitan dengan dokumen nasabah.

Satu Loket, Banyak Pelajaran

Magang di BSI KCP Purbalingga Sudirman memberi saya kesempatan untuk mengenal dunia perbankan dari sisi yang sebelumnya belum pernah saya rasakan secara langsung.

Saya belajar untuk lebih teliti, berani berkomunikasi dengan orang baru, memahami kebutuhan orang lain, serta tidak ragu untuk bertanya ketika belum memahami sesuatu.

Dari sebuah nomor antrean, berbagai formulir, hingga tumpukan dokumen, ternyata ada banyak hal yang bisa dipelajari. Bagi saya, pengalaman bertemu langsung dengan nasabah menjadi salah satu bagian paling berharga dari magang karena saya tidak hanya belajar tentang pekerjaan, tetapi juga belajar bagaimana berinteraksi dan memberikan pelayanan kepada orang lain.

Oleh: Afthara Fariha Aufannisa — Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta