Netflix Dilaporkan Mau PHK Sekitar 800 Karyawan

kumparanTEKNOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Netflix. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo Netflix. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Layanan streaming raksasa Netflix dilaporkan berencana memangkas sekitar 5 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) ini diperkirakan bakal berdampak pada sekitar 800 karyawan secara global.

Laporan pertama kali dihembuskan oleh Puck News pada Sabtu (9/10). Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, pengumuman internal terkait efisiensi ini kemungkinan akan disampaikan paling cepat pekan depan.

Pihak Netflix, sebagaimana dilansir Reuters, menolak memberikan komentar resmi mengenai laporan efisiensi tersebut.

Jika kabar ini terealisasi, ini akan menjadi pemangkasan jumlah karyawan terbesar bagi Netflix sejak 2022 lalu. Saat itu, perusahaan terpaksa memangkas ratusan pekerjaan akibat perlambatan pertumbuhan dan hilangnya basis pelanggan.

Berdasarkan data akhir tahun lalu, Netflix tercatat memiliki sekitar 16.000 karyawan penuh waktu (full-time). Pemangkasan sebesar 5 persen berarti akan memengaruhi sekitar 800 orang tenaga kerja di dalamnya.

Ilustrasi aplikasi streaming film. Foto: Tada Images/Shutterstock

Tekanan Kompetisi hingga Persaingan dengan YouTube

Langkah penghematan ini diambil saat Netflix harus menavigasi lanskap pasar streaming yang kian ketat dan kompetitif. Selain persaingan dari konsolidasi perusahaan media besar, Netflix juga terus membendung dominasi YouTube yang secara konsisten merebut porsi waktu tontonan (viewership) dan kue iklan.

Untuk bertahan dan mendiversifikasi sumber pendapatannya di luar bisnis langganan murni, Netflix beberapa tahun terakhir mulai agresif merambah ke:

  • Layanan Beriklan: Paket langganan lebih murah dengan sisipan iklan.

  • Siaran Langsung (Live Programming): Menayangkan acara olahraga hingga pertunjukan langsung.

  • Sektor Gaming: Menyediakan game seluler kustom bagi para penggunanya.

Ilustrasi Netflix. Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Kabar PHK ini terbilang cukup mengejutkan mengingat kinerja keuangan Netflix sebenarnya masih tergolong solid. Pada kuartal kedua lalu, Netflix mencatatkan pendapatan sebesar USD 12,56 miliar (sekitar Rp 231 triliun), naik 13 persen secara tahunan (year-over-year).

Perusahaan juga mengantongi laba bersih USD 3,4 miliar dengan margin operasional mencapai 33,4 persen, serta menargetkan pendapatan iklan mencapai USD 3 miliar sepanjang tahun ini.

Meski begitu, ketatnya persaingan industri dan perlunya alokasi investasi ke lini bisnis baru tampaknya memaksa Netflix untuk tetap melakukan penyesuaian struktur biaya dan jumlah tenaga kerja mereka.