Operator Seluler Berencana Tinggalkan Jaringan 2G, Fokus Perluas 4G dan 5G

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Marwan O. Baasir, Direktur Eksekutif ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) tengah mengkaji rencana penghentian jaringan 2G di Indonesia sebagai upaya mempercepat transformasi digital, dan merelokasi spektrum frekuensi yang ada untuk mengadopsi jaringan 4G dan 5G yang lebih luas.

Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O. Baasir, mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan awal di internal ATSI, yang kemudian baru akan dibawa ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Nantinya, spektrum frekuensi 900 MHz yang saat ini digunakan untuk layanan 2G, diharapkan bisa direalokasikan guna mendukung teknologi yang lebih maju.

Kami masih membahas di tahap awal ke pemerintah. Karena sebetulnya kalau ekosistem digital dikejar, dipercepat, tentunya kita harus mulai mempersiapkan diri. Kira-kira kapan dan insentif program apa yang akan dilakukan.

ATSI memperkirakan sekitar 8 hingga 10 persen dari total pengguna layanan seluler di Indonesia, masih memanfaatkan 2G.

Berdasarkan data registrasi kartu SIM berbasis biometrik yang dilakukan sejak awal 2026 hingga Agustus 2026, dan kini telah mencapai 297 juta, jumlah pengguna yang masih mengandalkan jaringan 2G diperkirakan sekitar 29 juta.

Salah satu model feature phone yang mendukung jaringan 2G. Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan

Rencana penghentian jaringan 2G ini perlu disiapkan secara matang agar tidak mengganggu komunikasi publik. Peredaran perangkat yang hanya mendukung 2G perlu mulai dibatasi bila industri dan pemerintah menghendaki penyetopan 2G di masa depan.

"Mungkin wilayah Indonesia Timur itu menantang buat kita, karena masih banyak pengguna feature phone. Para pelanggan 2G ini harus dipikirkan migrasinya," katanya, mengutip Antara.

ATSI berada dalam posisi turut memantau perkembangan kebijakan penghentian jaringan 2G di sejumlah negara lain, sebagai bahan pembanding dalam penyusunan kajian dan penyiapan kebijakan.