Libatkan Orang Tua, Kembangkan Psikomotorik Anak melalui Outbond Edukatif

Agus Setiawan, berkarya di humas STKIP PGRI Ponorogo. Menulis esai, opini, dan artikel di media cetak dan elektronik. Tergabung dalam komunitas literasi Sutejo Spectrum Center (SSC) dan tim penggerak di Sekolah Literasi Gratis (SLG).
Konten dari Pengguna
7 Februari 2022 14:21
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Agus Setiawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
dok, mahasiswa KKNT desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo.
zoom-in-whitePerbesar
dok, mahasiswa KKNT desa Singgahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo.
ADVERTISEMENT
Ponorogo – Jum’at (4/2) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) STKIP PGRI Ponorogo kelompok delapan menyelenggarakan kegiatan outbond dalam rangka wisata edukasi siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita Desa Singgahan, Pulung, Ponorogo. Kegiatan ini dilaksanakan di Wisata Sawah Lungguh, Desa Bareng, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo. Dalam kegiatan itu hadir 52 siswa yang didampingi oleh guru dan orang tua masing-masing.
ADVERTISEMENT
Kegiatan outbond ini digelar sebagai salah satu rangkaian program kerja kelompok KKNT Desa Singgahan dalam bidang pendidikan anak usia dini. “Kami berasal dari perguruan tinggi yang berbasis pendidikan. Karenanya, kami membidik lembaga pendidikan di desa Singgahan untuk mewujudkan program kerja kelompok. Kami berharap dengan adanya kegiatan outbond ini dapat memberikan citra baru bagi pendidikan anak usia dini,” tutur Miftahus Salam selaku ketua KKNT Desa Singgahan.
Dalam kegiatan tersebut ada tiga jenis permainan yang dipilih yaitu transfer karet, sikepan, dan transfer balon. Permainan transfer karet dilakukan dengan cara memindahkan karet menggunakan sedotan dari siswa kepada orang tuanya. Permainan sikepan merupakan permainan tutup mata untuk menemukan orang tuanya masing-masing. Sedangkan, permainan transfer bola adalah permainan mengantarkan balon yang dibawa dengan cara dihimpit menggunakan kedua kaki siswa lalu diberikan kepada orang tuanya. Semua permainan dalam outbond ini dimaksudkan untuk melibatkan peran serta keaktifan orang tua dalam mengembangkan psikomotorik anak.
ADVERTISEMENT
“Kegiatan ini akan membuat orang tua lebih aktif. Peran orang tua sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang psikomotorik anak,” ungkap Yeni Kartika Sari, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2019.
Meskipun berada di bawah terik panas matahari semua peserta sangat antusias dan bersemangat mengikuti rangkaian permainan outbound kali ini. Semua siswa terlihat sangat ceria dan semangat, begitu pula para orang tua. “Saya senang, dan seru sekali,” ucap Kinan, salah satu siswa TK Dharma Wanita.
Sementara itu, Umi Kalsum selaku kepala TK Dharma Wanita Desa Singgahan mengucapkan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKNT atas kontribusinya. Pihaknya memberi dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut, mengingat pentingnya belajar di luar kelas. “Semoga mahasiswa KKNT STKIP PGRI Ponorogo dapat bergabung lebih lama lagi di lembaga kami,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu berakhir jam 11.00 WIB. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan sekaligus dokumentasi. “Saya berharap dengan adanya kegiatan outbond ini dapat menjalin hubungan yang lebih erat dan membentuk komunikasi yang baik antara anak dengan orang tuanya. Selama ini anak-anak hanya tahu bagaimana cara belajar dan mendapatkan nilai bagus,” pungkas Sriyatin, mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini yang dipercaya sebagai penanggung jawab kegiatan.
Pewarta/ Aryn Dwi Handayani Editor/ Sri Wahyuni
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·