Konten dari Pengguna

Buah Bintaro: Pengusir Tikus dan Serangga Alami yang Bermanfaat di Musim Hujan

Agustiansyah Amanda

Agustiansyah Amanda

Alumni Universitas Airlangga-Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mahasiswa S2 Universitas Negeri Surabaya- Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agustiansyah Amanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buah Bintaro. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Buah Bintaro. Shutterstock

Saat musim hujan tiba, rumah sering menjadi sasaran empuk bagi tikus dan berbagai serangga yang mencari tempat hangat dan kering. Banyak orang mengandalkan racun kimia, lem tikus, atau insektisida yang berisiko bagi kesehatan. Padahal, ada alternatif alami yang sudah lama digunakan masyarakat, yaitu buah bintaro.

Buah ini bentuknya mirip mangga kecil dengan warna hijau keabu-abuan, biasa ditemukan di pinggir jalan atau taman kota. Meski tampak menarik, bintaro sebenarnya beracun, tapi justru karena racunnya itulah buah ini menjadi pengusir tikus dan serangga yang sangat ampuh.

Mengapa Buah Bintaro Bisa Mengusir Tikus dan Serangga?

1. Mengandung Racun Alamiah “Cerberin”

Buah bintaro memiliki kandungan cerberin, yaitu senyawa glikosida kardiotoksik yang sangat tidak disukai tikus dan beberapa serangga. Baunya menyengat ketika buah mengering, dan aromanya membuat tikus enggan mendekat.

Senyawa cerberin ini bersifat:

  • mengganggu sistem saraf tikus,

  • menyebabkan iritasi pada indera penciuman mereka,

  • membuat tikus memilih menjauh.

Karena itu, buah kering bintaro banyak digunakan warga di kampung maupun kota sebagai repellent alami.

2. Mengusir Serangga Kecil seperti Kecoa & Semut

Selain tikus, aroma buah bintaro yang sudah dikeringkan juga dapat mengusir:

  • kecoa,

  • semut,

  • kutu rumah,

  • serangga kecil yang sensitif terhadap aroma tajam.

Sifat ini berasal dari alkaloid dan senyawa volatil lain yang dilepaskan saat buah dipotong atau dikeringkan.

3. Efektif di Musim Hujan

Musim hujan adalah periode meningkatnya aktivitas tikus dan serangga karena:

  • habitat mereka tergenang,

  • mereka mencari makanan dan tempat kering,

  • rumah manusia dianggap tempat yang aman.

Buah bintaro sangat bermanfaat di musim hujan karena aromanya tetap kuat meski di ruang lembap, sehingga bertahan lebih lama dibandingkan daun atau rempah lain.

4. Aman untuk Lingkungan

Berbeda dengan racun tikus dan obat semprot serangga, bintaro tidak menghasilkan residu kimia. Selama penggunaannya berhati-hati dan tidak sampai tertelan manusia atau hewan peliharaan, buah ini relatif aman untuk digunakan sebagai pengusir hama di rumah.

Cara Menggunakan Buah Bintaro sebagai Pengusir Tikus dan Serangga

1. Bintaro Kering yang Dipotong-potong

Cara paling umum.

Langkahnya:

  • Ambil buah bintaro yang sudah tua (warna hijau gelap).

  • Belah menjadi 4 bagian.

  • Jemur 2–3 hari hingga kering.

  • Letakkan di tempat tikus sering lewat: dapur, belakang kulkas, gudang, plafon.

Aroma buah bintaroo makin kuat saat kering, sehingga efeknya maksimal.

2. Bintaro Disisir Tipis untuk Aroma Lebih Kuat

Buah diparut tipis-tipis lalu dijemur agar aromanya lebih cepat menyebar. Cocok untuk ruangan luas seperti gudang atau dapur besar.

3. Campuran Bintaro dengan Daun Sirih / Kapur Barus

Bintaro + daun sirih atau kapur barus akan memperkuat efek pengusir hama.

Banyak warga menggunakan ini untuk mengusir kecoa dari kamar mandi.

Hati-Hati: Bintaro Tidak Boleh Dimakan

Meski bentuknya mirip mangga muda atau terong besar, bintaro sangat beracun. Tanda-tanda keracunan cerberin bisa meliputi:muntah, pusing, gangguan jantung. Oleh karena itu, jauhkan dari anak-anak, jangan letakkan dekat makanan, jangan gunakan di area yang sering dijangkau hewan peliharaan.Buah ini aman hanya sebagai pengusir tikus dan serangga, bukan konsumsi.