Konten dari Pengguna

Perempuan dan Laki-Laki Sama-Sama Lahir dari Rahim Pergerakan

Ahmad Haetami

Ahmad Haetami

Mahasiswa Sastra Indonesia - Semester 17.

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Haetami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peserta Sekolah Kader Kopri PMII Nasional (SKK). Sumber foto; Dukomentasi peserta SKK Tatu Nurafifah
zoom-in-whitePerbesar
Peserta Sekolah Kader Kopri PMII Nasional (SKK). Sumber foto; Dukomentasi peserta SKK Tatu Nurafifah

Pergerakan adalah sebuah kata yang sarat makna, terutama ketika kita membicarakan tentang kesetaraan gender. Sejarah manusia penuh dengan pergerakan sosial yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Dari rahim pergerakan inilah, lahir kesadaran baru tentang pentingnya peran kedua gender dalam membangun dunia yang lebih baik.

Jika kita lihat sejarah pergerakan dan kesetaraan gender, dilansir dari (tirto.id) Sejak abad ke-19, berbagai pergerakan telah berjuang untuk hak-hak perempuan. Misalnya, Gerakan Suffrage di Inggris dan Amerika Serikat yang memperjuangkan hak suara bagi perempuan. Para pejuang perempuan ini percaya bahwa partisipasi dalam politik adalah kunci untuk mencapai kesetaraan. Perjuangan mereka membuahkan hasil dengan diperolehnya hak pilih bagi perempuan di banyak negara pada awal abad ke-20.

Di sisi lain, laki-laki juga telah menjadi bagian penting dari pergerakan kesetaraan. Perjuangan mereka tidak hanya untuk hak-hak mereka sendiri, tetapi juga untuk mendukung perempuan dalam meraih kesetaraan. Misalnya, banyak laki-laki yang terlibat dalam gerakan Feminis, memahami bahwa kesetaraan gender akan menguntungkan seluruh masyarakat, bukan hanya perempuan.

Nah, berangkat dari sinilah peran pergerakan dalam membentuk kesadaran baru. Pergerakan sosial telah mengajarkan kita bahwa kesetaraan gender bukanlah sekadar isu perempuan, melainkan isu kemanusiaan. Melalui pendidikan, kegiatan diskusi, dan aksi kolektif, baik laki-laki maupun perempuan telah bersama-sama memperjuangkan perubahan. Kita sadar bahwa ketidakadilan terhadap salah satu gender adalah ketidakadilan terhadap semua.

Di berbagai belahan dunia, kita melihat laki-laki dan perempuan yang bekerja sama dalam pergerakan untuk hak asasi manusia, hak-hak buruh, perlindungan lingkungan, dan banyak isu lainnya. Mereka berbagi mimpi yang sama tentang dunia yang lebih adil dan setara. Pergerakan ini menginspirasi generasi berikutnya untuk terus berjuang melawan ketidakadilan dan diskriminasi.

Peserta Sekolah Kader Kopri PMII Nasional (SKK). Sumber foto; Dukomentasi peserta SKK Tatu Nurafifah

Selanjutnya bagaimana tantangan dan harapan yang akan kita hadapi?

Walaupun banyak kemajuan yang telah dicapai, tantangan masih ada seperti, ketidaksetaraan upah, kekerasan berbasis gender, dan banyak isu lainnya masih memerlukan perhatian dan aksi nyata. Oleh karena itu, pergerakan harus terus berlanjut dengan semangat yang sama dengan tidak membedakan antara kaum laki-laki dan perempuan.

Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki peran penting dalam melanjutkan pergerakan ini. Dukungan, solidaritas, dan kerja sama antara kedua gender akan menjadi kunci untuk menciptakan perubahan yang lebih baik. Harapannya, di masa depan, kita tidak lagi berbicara tentang kesetaraan gender sebagai tujuan, melainkan sebagai kenyataan yang telah tercapai.

Sebagai penutup, penulis memberikan pandangan subjektif terlepas dari pro dan kontra maka kritik dan saran akan selalu terbuka.

Dari rahim pergerakan ini, lahir kesadaran bahwa laki-laki dan perempuan memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan tatanan kehidupan yang lebih baik. Perjuangan untuk kesetaraan gender bukanlah perjuangan yang terpisah, melainkan perjuangan kita bersama. Dengan melibatkan seluruh elemen yang ada seperti lingkungan masyarakat, ruang diskusi, maupun ruang kolektif kita dapat berharap untuk melihat masa depan yang lebih adil dan setara bagi semua.