Sebab Perbedaan Durasi Waktu Puasa Diberbagai Daerah

Mahasiswa semester 2 di universitas islam negeri syarif hidayatullah jakarta dalam prodi perbandingan mazhab dan hukum
Konten dari Pengguna
19 Mei 2022 23:12
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Ahmad Lutfi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi waktu (Sumber: Pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi waktu (Sumber: Pixabay.com)
ADVERTISEMENT
Sebagaimana kita ketahui bahwasanya ibadah puasa pada bulan Ramadan wajib ditunaikan bagi kaum muslimin, kewajiban berpuasa ini sudah tercantum dalam firman Allah swt dalam (Q.S Al-Baqarah ayat 183) yang memiliki arti, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
ADVERTISEMENT
Puasa pada bulan Ramadan sudah disyari'atkan pada tahun kedua setelah nabi Muhammad hijrah, sebagaimana firman Allah di atas bahwa kewajiban berpuasa itu bukan hanya untuk umat sekarang atau umat nabi Muhammad saw, melainkan sudah Allah wajibkan kepada umat atau kaum sebelum kita, agar kita semua tunduk dan takut atas perintah Allah Swt.
Perbedaan durasi puasa diberbagai daerah
Nah, pada zaman sekarang kita masih sering bertanya-tanya masalah durasi puasa dalam berbagai penjuru negara, mengapa beberapa daerah memiliki durasi puasa singkat dan beberapa daerah lain memiliki durasi puasa yang relatif lebih lama?
Dari beberapa riset yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan durasi waktu berpuasa diberbagai daerah disebabkan karna beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
1. Fenomena alam
Sebagaimana kita ketahui dari ajaran nabi dan para sahabat terdahulu, bahwa kita mengerjakan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, maka ini sebagai faktor yang mengacu pada perbedaan durasi berpuasa, mengapa begitu? Karena di setiap negara memiliki perbedaan durasi waktu terbitnya fajar dan terbenamnya matahari yang disebabkan oleh gerakan bumi, yaitu rotasi dan revolusi bumi.
2. Rotasi dan revolusi bumi
Ketika kita duduk di bangku sekolah, tidak asing lagi bagi kita mendengar istilah rotasi dan revolusi, nah sebagaimana kita ketahui rotasi adalah perputaran bumi yang mengikuti porosnya. Gerakan rotasi ini menghasilkan fenomena siang dan malam, karena bentuk bumi yang bulat, maka sebagian bumi terkena pancaran sinar matahari dan sebagian lainnya tidak terkena pancaran sinar matahari, karena itulah terjadi fenomena siang dan malam yang mana belahan bumi yang terkena pancaran sinar matahari akan mengalami siang hari dan belahan bumi yang tidak terkena pancaran sinar matahari akan mengalami malam hari.
ADVERTISEMENT
Berbeda halnya dengan revolusi yang memiliki maksud bumi mengelilingi matahari, nah gerakan revolusi ini akan menghasilkan fenomena gerak semu tahunan matahari.
3. Kemiringan bumi menyebabkan lamanya penyinaran matahari di berbagai daerah
Mengapa demikian, karena belahan bumi sebelah utara lebih dekat dengan matahari dibandingkan dengan belahan bumi sebelah selatan, maka yang lebih dahulu mendapatkan sinar matahari adalah bagian bumi sebelah utara dibandingkan dengan bagian bumi sebelah selatan. Dengan itu bagian bumi sebelah utara mendapatkan waktu siang yang lebih lama dibandingkan dengan bagian bumi sebelah selatan. Kemiringan bumi ini mengakibatkan jarak antara subuh dan magrib berbeda-beda di setiap negara.
Nah, dari pemaparan materi di atas, kita bisa mengetahui mengapa setiap daerah memiliki durasi puasa yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020