BGN Rapikan Data Ganda Penerima MBG: Ada Pengurangan 6 Juta Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BGN Sudaryono memberikan keterangan pers saat meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) dan Media Center di kantor BGN Jakarta, Rabu (29/7/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BGN Sudaryono memberikan keterangan pers saat meresmikan Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) dan Media Center di kantor BGN Jakarta, Rabu (29/7/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah merapikan data penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data ganda ini dapat ditemukan di berbagai lokasi.

Agar MBG lebih tepat sasaran, seluruh data ini dirapikan.

"Misalnya ada anak di data MTs, tapi dia juga adalah santri pondok pesantren atau dia SMP di dalam pondok. Dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa, kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren. Nah itu kita rapikan semua," kata Kepala BGN Sudaryono usai Rapat Koordinasi Terbatas Menteri Koordinator Bidang Pangan terkait perbaikan tata kelola MBG di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Sinkronisasi dilakukan dengan menggandeng Kementerian Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta BGN.

"Rapat hari ini memastikan semua sistem data dari banyak kementerian, baik itu Dikdasmen, kemudian Kementerian Kependudukan dan PKBN, kemudian Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan BGN, datanya saling ngobrol sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya, jadi tidak ada double identitas," ujarnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mencoba menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Bantarjati 09 dalam inspeksi mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Foto: ANTARA FOTO/Sahira Safarina

Proses pemadaman data tersebut bertujuan memastikan tidak ada satu penerima manfaat yang tercatat lebih dari satu kali sehingga penyaluran MBG dapat dilakukan lebih tepat sasaran

“Kita datanya saling ngobrol gitu sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya tuh jadi tidak ada double, double identitas gitu,” kata Sudaryono.

Sudaryono memperkirakan terdapat pengurangan sekitar enam juta data penerima manfaat. Namun, ia perlu memastikan kembali angka tersebut.

“Kalau enggak salah ada pengurangan sekitar enam juta, sudah lupa sih itu, tambahnya.