Kementerian P2MI Teken MoU dengan Pemprov Banten-Krakatau Steel Terkait PMI

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri P2MI Mukhtarudin, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Gubernur Banten Andra Soni, Dirut Krakatau Steel, dan Ketua IKA Untirta Lamhot Sinaga dalam jumpa pers seusai penandatanganan MOU di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri P2MI Mukhtarudin, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Gubernur Banten Andra Soni, Dirut Krakatau Steel, dan Ketua IKA Untirta Lamhot Sinaga dalam jumpa pers seusai penandatanganan MOU di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menjalin sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Banten, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pelindungan dan peningkatan kapasitas pekerja migran dari hulu ke hilir.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan penandatanganan kerja sama dengan empat pihak ini dilakukan untuk memperkuat kualitas kapasitas sekaligus memberi pelindungan bagi para pekerja migran.

"Pada hari ini kami berempat menandatangani MOU dalam rangka memperkuat ekosistem, baik dalam rangka peningkatan kapasitas pekerja migran maupun dalam konteks pelindungan bagi pekerja migran," kata Mukhtarudin di Kantor KP2MI, Pancoran, Jakarta, Kamis (18/6).

Menteri P2MI Mukhtarudin, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla, Gubernur Banten Andra Soni, Dirut Krakatau Steel, dan Ketua IKA Untirta Lamhot Sinaga dalam jumpa pers seusai penandatanganan MOU di Kantor KP2MI, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Mukhtarudin menambahkan, kolaborasi yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, alumni perguruan tinggi, hingga Krakatau Steel ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan perintah Presiden terkait penguatan ekosistem dari hulu ke hilir.

"Ini kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kemudian alumni perguruan tinggi, dan juga adalah operator ataupun stakeholder ataupun sektor riilnya, yakni Krakatau Steel. Ini bagian daripada kita mengimplementasikan perintah Bapak Presiden ya, dalam rangka kita memperkuat bagaimana ekosistem pelindungan pekerja migran ini dari hulu sampai ke hilir," sambung Mukhtarudin.

Kerja sama antar sektor ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan program direktif Presiden untuk mempersiapkan ratusan ribu tenaga kerja berkompetensi global hingga tahun 2029.

"Dan yang tidak kalah penting adalah ini sebagai implementasi juga dari program direktifnya Bapak Presiden, program yaitu SMK Go Global yang tahun ini 2026 dengan target 40 ribu orang. Kemudian 2027 nanti targetnya 140 ribu orang, 2028 180 ribu orang, dan 2029 140 ribu orang. Sehingga dari 2026-2029 totalnya kurang lebih 500 ribu orang yang kita persiapkan yang memiliki kompetensi kebutuhan global, tidak hanya sisi teknis juga dari sisi bahasanya," pungkas Mukhtarudin.

Penandatanganan MoU dengan Gubernur Banten, Krakatau Steel, dan IKA UNTIRTA, di kantor KP2MI Jakarta, kamis (18/6/2026). Foto: Dok. Kementerian P2MI

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menyambut positif penandatanganan kerja sama ini. Andra menegaskan komitmen penuh Pemprov Banten untuk menyukseskan visi besar Presiden dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di tingkat global.

"Kami sangat berharap besar berjalannya program ini dengan baik sesuai dengan arahan Bapak Presiden, 4 tahun ke depan target 200 ribu pekerja terlatih, terdidik yang ditempatkan di negara-negara sahabat," tutur Andra Soni.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan menegaskan kesiapan pihaknya sebagai perwakilan BUMN untuk memfasilitasi kebutuhan peningkatan kompetensi pekerja sebelum diberangkatkan ke luar negeri.

"Skilled labour dengan aset dan pabrik yang Krakatau Steel miliki tentu akan menjadi ajang untuk pelatihan, untuk training secara live ditambah dengan pembekalan bahasa. Sehingga rasanya pekerja migran kita yang akan ke luar negeri jauh lebih memiliki self-confidence," pungkas Akbar Djohan.