Usai Geledah 12 Tempat Terkait Kasus Korupsi, Polri Periksa 15 Saksi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan tiga kasus dugaan korupsi di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan tiga kasus dugaan korupsi di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Polri memberikan keterangan terkait hasil penggeledahan 12 tempat yang dilakukan beberapa hari belakangan. Penggeledahan ini dilakukan terkait 3 kasus dugaan korupsi yang tengah didalami Polri.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita 74 kg emas hingga uang senilai ratusan miliar rupiah. Tak cuma itu, ada 15 saksi yang turut diperiksa.

"Dari hasil yang ditemukan, termasuk 15 saksi saat ini yang sudah dimintai keterangan, maka penyidik melakukan langkah-langkah pendalaman terkait tentang dugaan tindak pidana korupsi, baik itu suap, gratifikasi, dan pencucian uang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polri Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/7).

Polisi mengamankan semua barang bukti usai polisi memberikan keterangan pers terkait perkembangan penanganan tiga kasus dugaan korupsi di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
instagram embed

Setidaknya ada 3 kasus yang tengah didalami Polri. Ketiganya, yakni dugaan suap dan TPPU di PT Asabri-Jiwasraya, korupsi batu bara penyebab blackout PLTU, serta korupsi utang PT CBS kepada PT KNI.

"Untuk saksi di Kafe de'Clan itu ada dua orang. Yang empat orang dari money changer dengan inisial DH, HH, ER, dan RP. Satu saksi lagi di rumah yang di Gandaria atas nama DR. Tadi yang ditanyakan adalah di Pacific Place, TK," ungkap Budi.

"Termasuk ada satu saksi atas nama B itu drivernya dari DR, serta saksi dari NH. Kemudian pada penggeledahan tadi malam terdapat saksi atas nama MIL, dan dua saksi lagi sekuriti Sentul inisial R dan A," tambah dia.

Dalam konferensi pers tersebut, hadir pula Direktur Tindak Pidana Korupsi Kortastipidkor Polri Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo, Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon, dan Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira.