Konten dari Pengguna

"Anak Kebanggaan”: Cerita tentang Harapan Seorang Ayah kepada Anaknya

Aisyah Aziszah Amantri

Aisyah Aziszah Amantri

mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aisyah Aziszah Amantri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber pexels.com

Cerpen Anak Kebanggaan karya A.A. Navis mengisahkan tentang Ompi, seorang ayah yang sangat mencintai dan membanggakan anaknya, Indra Budiman. Ompi memiliki harapan besar agar anaknya menjadi seorang dokter yang sukses dan terhormat. Ia rela mengorbankan segalanya demi mewujudkan impian tersebut, termasuk mengirimkan uang dalam jumlah besar untuk biaya pendidikan Indra di Jakarta.

Namun, kenyataan tidak seindah harapan. Indra Budiman ternyata tidak menjalani pendidikan seperti yang diklaimnya dalam surat-surat kepada Ompi. Ia berbohong tentang kemajuan studinya dan hidup dalam kebohongan yang akhirnya terungkap melalui telegram yang memberitakan kematiannya. Ompi yang selama ini membanggakan anaknya, harus menelan kenyataan pahit bahwa kebanggaannya selama ini hanyalah ilusi.

Cerpen ini menggambarkan betapa harapan orang tua tidak dapat diimbangi dengan komunikasi yang jujur dan terbuka. Ompi, yang terlalu percaya dan membanggakan anaknya, menjadi korban dari harapannya sendiri. Ia menolak mendengarkan kritik dari orang lain dan memilih untuk hidup dalam dunia yang dibangun oleh kebohongan anaknya. A.A. Navis melalui cerpen ini menyampaikan pesan tentang pentingnya kejujuran dalam hubungan keluarga. Harapan orang tua adalah hal yang wajar, namun harus diiringi dengan realitas dan komunikasi yang sehat. Cerpen ini juga mengkritik masyarakat yang terlalu mementingkan status sosial dan gelar, sehingga mengabaikan nilai-nilai kejujuran dan integritas. Cerpen ini juga mencerminkan realitas sosial tentang tekanan orang tua terhadap anak.