Tim PKM-RE UNESA Kembangkan Terapi Ramah Lingkungan untuk Kanker Payudara

Chemistry student in State University Of Surabaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Aisyah Salwa Zahirah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya raih prestasi membanggakan tingkat nasional. Pada kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), tim PKM Riset Eksakta UNESA berhasil lolos pendanaan dengan mengusung inovasi berupa pengembangan terapi kanker payudara berbasis Photodynamic Therapy berbasis nano core-shell MgO@rGO dengan memanfaatkan Uncaria gambir sebagai bahan alami.
Penelitian ini dilakukan oleh Diva ayu Pratiwi (Kimia) bersama tiga anggotanya yakni Aisyah Salwa Zahirah (Kimia), Muhammad Afendi Zainul Ilmi (Kimia), dan Marcello Mansya Ramadhani (Pendidikan Biologi) dibawah bimbingan dari bapak Dr. Andika Pramudya Wardana., S.Si., M.Si. selaku dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya.
Menurut Global Cancer Observation (GLOBOCAN) pada 2022, terdapat penambahan 408.661 kasus baru kanker payudara dengan jumlah kematian 242.099 kasus di Indonesia. Namun, kemoterapi konvensional yang menurun dimana pada tahap awal efektivitasnya dapat mencapai 80-90% dan menurun sekitar 25-30% pada stadium lanjut serta berpotensi menimbulkan efek samping yang signifikan seperti gangguan saraf, masalah kesuburan dan risiko jangka panjang. Berbeda dengan metode terapi konvensional inovasi ini menonjolkan penggunaan nanomaterial canggih berupa MgO@rGO dengan struktur core-shell yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas Photodynamic Therapy. Sehingga mampu membinasakan sel kanker secara spesifik.
Penelitian ini memanfaatkan Uncaria gambir sebagai bioreduktor alami yang berperan meningkatkan efektivitas terapi. Kandungan katekin pada gambir memiliki potensi sebagai agen terapi, sekaligus menjadi pengobatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selaku ketua tim, Diva mengungkapkan bahwa “Penelitian ini melalui proses yang tidak sebentar dimulai dari uji determinasi tumbuhan, preparasi sampel, sintesis dan karakterisasi, hingga uji in vivo” ungkap Diva.
Keberhasilan tim PKM-RE UNESA dalam meraih pendanaan PKM 2026 menjadi bukti bahwa solusi kesehatan masa depan dapat lahir dari pengetahuan modern dan kekayaan sumber daya lokal. Diharapkan, penelitian ini dapat terus berkembang hingga tahap uji klinis dan dapat memberikan dampak nyata di Indonesia.
