Konten dari Pengguna

Sister City Surabaya–Busan: Mendorong Transformasi Pendidikan Ekonomi dan Budaya

Aisyah Zakiyah
Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Sebelas Maret.
24 Mei 2025 10:18 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Sister City Surabaya–Busan: Mendorong Transformasi Pendidikan Ekonomi dan Budaya
Kerjasama Sister City antara Surabaya dan Busan memiliki tujuan untuk mendorong transformasi dalam bidang pendidikan, ekonomi dan budaya.
Aisyah Zakiyah
Tulisan dari Aisyah Zakiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Bendera Indonesia dan Korea. Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/korea-selatan-dan-indonesia-dua-bendera-bersama-sama-tekstur-kain-kain-tekstil-gm1093215834-293381492?searchscope=image%2Cfilm
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bendera Indonesia dan Korea. Sumber: https://www.istockphoto.com/id/foto/korea-selatan-dan-indonesia-dua-bendera-bersama-sama-tekstur-kain-kain-tekstil-gm1093215834-293381492?searchscope=image%2Cfilm
ADVERTISEMENT
Kerja sama Sister City antara Surabaya-Indonesia dan Busan-Korea Selatan, telah menjadi salah satu bentuk diplomasi kota yang paling konsisten dan berdampak di Indonesia. Sejak penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pada 24 Agustus 1994, kedua kota ini tidak hanya menjalin hubungan administratif, tetapi juga menjalin ikatan emosional dalam bidang pendidikan, kebudayaan, perdagangan, industri, kepemudaan‑olahraga, lingkungan, kesehatan, dan transportasi. Selama periode 2007 hingga 2023, kerja sama ini menunjukkan komitmen untuk memberikan manfaat langsung bagi warga kedua kota.
ADVERTISEMENT

Bertukar Gagasan, Bertukar Generasi: Pertukaran Pelajar Jadi Ujung Tombak

Salah satu bentuk kerja sama yang paling menonjol adalah program pertukaran pelajar dan guru. Sejak 2007 - 2019, ratusan pelajar Surabaya telah berkunjung ke Busan untuk belajar langsung budaya Korea, sistem pendidikan, serta menjalin persahabatan dengan pelajar Korea. Berdasarkan laporan berita Dinas Pendidikan Surabaya pada 2014, sebanyak 8 siswa dikirim untuk menghasiri acara 2014 Asian Youth Education Forum yang diadakan oleh Busan Metropolitan City Office of Education.
Kemudian pada 2019, bertepatan dengan 25 tahun kerjasama Sister City, Pemerintah Busan mengirimkan 14 siswa (6 siswa SMP dan 8 siswa SMA) untuk mempelajari budaya Indonesia. Mereka belajar bahasa Indonesia, mengikuti kegiatan budaya lokal, dan tinggal bersama keluarga angkat untuk mengalami langsung kehidupan warga. Program ini tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga melatih generasi muda kedua kota menjadi warga global yang toleran dan berpikiran terbuka.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya siswa, tetapi kerjasama Sister City juga mengirimkan delegasi kepala sekolah dan guru untuk mengikuti program pelatihan pengembangan kapasitas pendidikan semenjak 2016. Kegiatan ini bekerjasama dengan Dong-eui University - Busan. Pada masa pandemi Covid-19 pun, pelatihan tetap berjalan secara daring.

Pertukaran Budaya Korea dan Indonesia Melalui Festival

Surabaya beberapa kali menjadi tuan rumah gelaran Pameran Budaya Korea yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Busan. Dalam acara ini, masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan musik tradisional Korea, tari K-pop, mencoba pakaian Hanbok, serta mengikuti lokakarya kaligrafi Hangul. Semenjak 2013 hingga 2019 melalui kegiatan "Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival" Busan rutin mengirimkan delegasi. Sementara itu, Surabaya juga berpartisipasi dalam kegiatan "Global Gathering"
ADVERTISEMENT
Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini memperkenalkan wajah budaya Korea secara langsung. Masyarakat Surabaya, terutama generasi muda, jadi lebih memahami budaya Korea di luar drama dan musik pop, memperluas wawasan dan toleransi lintas budaya.
Pada 2019, delegasi pemerintah Kota Surabaya memenuhi undangan untuk menghadiri kegiatan "The 1st Surabaya Street Festival in Busan" yang diadakan oleh BIC (Busan Indonesia Center).
Pertukaran budaya ini juga disimbolkan dengan pertukaran kotak budaya melalui Busan Foundation for International Cooperation (BFIC). Busan pada hal inii mengirimkan item souvenir khas korea selatan, sementara Surabaya mengirimkan souvenir lokal khas Surabaya.

Diplomasi Kota: Belajar Tata Kelola dari Negeri Ginseng

Bukan hanya warga yang terlibat, pemerintah kota dari kedua belah pihak juga menjalin komunikasi erat. Wali Kota Surabaya dan Busan secara rutin saling berkunjung. Pada 2018, Wali Kota Surabaya yaitu Tri Rismaharini menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh TPO (Tourism Promotion Organization) dalam rangka perayaan 25 tahun kerjasama Sister City Surabaya-Busan.
ADVERTISEMENT
Pada kunjungannya ke Busan pada 2014-2021, delegasi Surabaya mempelajari manajemen transportasi pintar, pengolahan limbah, layanan publik digital yang efisien, serta perikanan laut. Kunjungan ini juga kembali dilakukan pada tahun 2023, dimana delegasi Surabaya hadir dalam pelatihan yang diadakan oleh Busan Global City Foundation (BGCF). Pelatihan ini berjudul "Invitational Training Program for Busan's Sister Cities - Green Smart City Capicity Building"
Sebaliknya, Pemerintah Kota Busan mengunjungi Surabaya untuk mendukung pengembangan kawasan pelabuhan dan revitalisasi kawasan pesisir. Kunjungan tersebut terjadi pada tahun 2020, dimana perwakilan Busan yaitu Profesor Kim Soo-il yang merupakan pendiri BIC (Busan Indonesia Center) menjadi perwakilan Busan. Hubungan antarpemerintah ini menciptakan ruang belajar dan benchmarking yang mempercepat modernisasi layanan publik di Surabaya.
ADVERTISEMENT
Adapun simbol dari kerjasama antara kedua kota ditandai dengan adanya "Jalan Surabaya" dan Patung Surabaya di sebelah gedung BIC yang terletak di Geumgok Dae-ro 357, Busan.

Solidaritas Saat Pandemi: Bantuan Busan untuk Surabaya

Masa pandemi COVID-19 menjadi titik penting dalam hubungan kedua kota. Pemerintah Kota Busan memberikan bantuan kemanusiaan berupa masker, alat pelindung diri, dan perlengkapan kesehatan lainnya kepada Surabaya.
Bantuan tersebut bukan hanya wujud empati, tetapi simbol bahwa hubungan sister city memiliki nilai kemanusiaan dan kepedulian yang tulus. Pada masa krisis, Surabaya tidak berjalan sendiri—ada solidaritas global yang hadir.

Kolaborasi yang Menginspirasi Kota Lain

Sister City Surabaya–Busan adalah contoh nyata bahwa diplomasi kota tidak sekadar seremoni, tetapi membawa dampak riil bagi masyarakat. Program yang dilakukan mencakup pendidikan, budaya, bisnis, dan kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
Melalui kerja sama ini, Surabaya telah menunjukkan bahwa kota juga bisa menjadi aktor diplomasi yang relevan dalam menjawab tantangan global. Kota lain di Indonesia dapat belajar dari cara Surabaya dan Busan menjalin kemitraan yang produktif dan inklusif.