Apakah Boleh Menembok Kuburan? Ini Penjelasan Majelis Tabligh 'Aisyiyah

Majelis Tabligh dan Ketarjihan dalam naungan Pimpinan Pusat 'Aisyiyah bergerak di bidang dakwah, yang bersumber dari nilai-nilai islam progresif. Hadir sebagai wadah strategis untuk penyampaikan pesan yang bersifat mencerahkan dan meneguhkan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari 'Aisyiyah Tabligh dan Ketarjihan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tempat terakhir seluruh umat muslim di dunia adalah kuburan, maka dari itu perlu kita pahami bersama tentang larangan menembok kuburan bagi umat muslim.
Walaupun memberi tanda pada kuburan itu diperbolehkan, namun menembok kubur merupakan hal yang dilarang oleh agama. Sebagaimana hadis Nabi berikut:
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rosulullah SAW melarang umat muslim menembok kuburan, menduduki dan membuat bangunan di atasnya.
Adapun larangan lain yaitu tidak boleh mencaci atau mengejek penghuni kubur dan tidak boleh duduk atau berjalan di atas kuburan, serta tidak boleh bersandar di kuburan.
Lantas bagaimana adab berziarah yang baik? Mengutip dari buku "Seputar Kematian" yang diterbitkan oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, dijelaskan bahwa ziarah kubur ialah mengunjungi makam (kuburan) kaum muslimin dan muslimat dengan tujuan untuk mendoakan ahli kubur serta mengingat mati dan kehidupan di akhirat bagi yang melakukannya. Dalam salah satu hadis Rosulullah SAW bersabda:
Oleh sebab itu perlu mengerti adab ketika sedang ziarah. Adab yang dianjurkan pada saat melakukan ziarah kubur diantaranya:
Memberi salam kepada ahli kubur seraya berdoa, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah riwayat dari Sulaiman ibn Buraidah dari bapaknya, bahwasanya Rosulullah SAW., mengajarkan kepada mereka apabila pergi ke kubur agar mengucapkan assalamualaikum wahai orang mukmin dan muslim yang ada di kubur ini jika Allah menghendaki kami akan menyusulmu. Kami memohon pada Allah agar kami dan kamu mendapat kesejahteraan. (HR. Muslim dan Ahmad)
Mendoakan mayat dengan menghadap kiblat, dalam sebuah riwayat dikatakan "Sesungguhnya Rosulullah SAW., duduk menghadap kiblat ketika pergi berziarah kubur" (HR. Abu Dawud)
Demikian pembahasan tentang penjelasan 'Aisyiyah terkait menembok kuburan serta adab ziarah kubur, semoga bermanfaat.
(A. Pram)
