Konten dari Pengguna

Es Teh Sebagai Detoks Saat Puasa, Aman atau Rawan?

Ajeng Retno Kustianingrum

Ajeng Retno Kustianingrum

S.Pd. Biologi UMSurabaya

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ajeng Retno Kustianingrum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tumbuhan yang berasal dari China, Asia Selatan dan Asia Tenggara ini memiliki nama latin Camellia sinensis atau yang biasa kita sebut teh. Bagian tumbuhan teh yang sering digunakan adalah daunnya yang bermanfaat dalam mengurangi lemak darah, antioksidan, penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, arthrtitis serta dapat mencegah diabetes. Secara tradisional, teh dugunakan dengan cara diseduh dan dijadikan berbagai macam variasi minuman salah satunya es teh.

Es teh sering menjadi pilihan favorit saat berbuka puasa karena rasanya yang segar dan melegakan. Namun, di balik kesegarannya terdapat perdebatan tentang apakah es teh benar-benar baik untuk detoks alami atau justru bisa berdampak negatif pada tubuh selama puasa. Mari kita bahas pro dan kontranya!

Ilustrasi Kebun Teh Sumber Shutterstock

Manfaat Es Teh sebagai Detoks Selama Berpuasa

1. Kaya Antioksidan

Teh, terutama teh hijau dan teh hitam, mengandung polifenol dan katekin yang membantu tubuh melawan radikal bebas dan mempercepat proses detoksifikasi.

2. Membantu Hidrasi

Setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan cairan untuk menggantikan yang hilang. Es teh bisa menjadi alternatif yang menyegarkan untuk menghidrasi tubuh.

3. Menjaga Metabolisme

Teh hijau dan teh hitam mengandung kafein alami yang dapat meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh tetap bertenaga saat puasa.

4. Menambah Rasa Tanpa Kalori Berlebih

Dibandingkan minuman manis lainnya, es teh tanpa gula memberikan rasa segar tanpa tambahan kalori yang berlebihan, sehingga baik untuk kesehatan.

Risiko Es Teh bagi Kesehatan Saat Berpuasa

1. Dapat Mengganggu Pencernaan

Mengonsumsi minuman dingin saat berbuka bisa menyebabkan kontraksi tiba-tiba pada lambung, yang dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan perut kembung.

2. Berisiko Menyebabkan Dehidrasi

Jika dikonsumsi dengan banyak gula atau mengandung terlalu banyak kafein, es teh justru dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Ilustrasi Es teh Sumber Shutterstock

3. Berpotensi Menghambat Penyerapan Zat Besi

Tanin dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan, yang bisa berdampak pada mereka yang rentan anemia, terutama saat puasa.

4. Kandungan Gula Berlebih Bisa Berbahaya

Es teh dalam kemasan atau yang dijual di pasaran sering mengandung banyak gula tambahan, yang justru bisa menyebabkan lonjakan gula darah setelah berbuka.

Haruskah Minum Es Teh Saat Puasa?

Es teh bisa menjadi minuman detoks yang baik jika dikonsumsi dengan cara yang tepat. Untuk mendapatkan manfaat optima, seperti meminum teh tanpa gula atau gunakan madu sebagai pemanis alami. Menggunakan tambahan lemon atau daun mint untuk meningkatkan efek detoksifikasi. Menghindari minum dalam keadaan terlalu dingin agar tidak mengganggu pencernaan dan mengonsumsi teh dalam jumlah wajar agar tidak menyebabkan dehidrasi. Jadi, es teh saat puasa bisa menjadi teman detoks yang baik jika dikonsumsi dengan bijak