Konten dari Pengguna

Kegemilangan Timnas Inggris di Euro 2020 Berlanjut

Akhmad Diva

Akhmad Diva

Penggemar bola yang masuk psikologi karena kaki tak hebat menari

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Akhmad Diva tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selebrasi pemain Inggris saat menang melawan Jerman. (Foto:twitter.com/england)
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi pemain Inggris saat menang melawan Jerman. (Foto:twitter.com/england)

Hasil buruk kembali melanda Timnas Jerman, setelah gagal lolos ke babak penyisihan grup di Piala Dunia 2018, langkah Jerman kembali gagal di Euro 2020 setelah kalah dari Timnas Inggris dengan skor 2-0.

Kegagalan Timnas Jerman disinyalir karena menurunnya kualitas generasi baru pemain Timan Jerman. Timnas Jerman tidak memiliki striker, full back, dan bek tengah yang setara dengan skuad Jerman saat juara dunia 2014.

Di babak pertama, khususnya setelah melewati menit ke-10 saya cukup terkejut karena Timnas Inggris mampu menguasai permainan dengan penguasaan bola 54%, dan 3 peluang untuk mencetak gol.

Dapat dilihat bahwa kedua tim bermain sangat Hati-hati. Menurut saya, Timnas Jerman sengaja tidak menguasai lini tengah karena menginginkan serangan balik terutama dengan mengandalkan kecepatan Timo Werner. Juga, permainan Timnas Inggris sangat membosankan mereka mengandalkan crossing padahal Jerman memiliki bek dengan kemampuan bola atas yang kuat. Namun, sebelum babak pertama berakhir fans Ingrris hamper bersorak setelah Harry Kane hampir mencetak gol.

Di babak kedua, pertandingan mulai berjalan seru, kedua tim mulai berani bermain menyerang hingga menit ke-48 Haverz mendapat peluang emas. Mendapat umpan silang dari Kroos, Haverz melakukan first time shoot ke gawang Inggris yang sayangnya masih bisa ditepis Pickford.

Pada menit ke-75, gol yang ditunggu-tunggu fans Inggris pun datang juga, setelah Sterling berhasil membobol gawang Neuer dengan memanfaatkan umpan silang data dari Shaw.

Tidak lama kemudian tepatnya menit ke-86, Inggris kembali mencetak gol dan kill the game setelah Kane berhasil mencetak gol setelah menrima umpan silang dari Grealish.

Meski Timnas Inggris menang, banyak hal yang perlu diperbaiki, salah satunya adalah pemilihan pemain yang dianggap membingungkan. Southgate selalu memilih Sterling yang sering kehilangan bola saat menerima operan, sehingga aliran bola ke depan terutama operan ke Kane terhambat. Namun, semua itu tertutupi karena Steling selalu mencetak gol ketika Inggris menang.