Sejarah Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Maritim di Nusantara

Mahasiswa Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember
Konten dari Pengguna
10 Oktober 2022 19:21
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari selvia andriwulan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi pelayaran. Foto oleh Peter Fazekas dari Pexels
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi pelayaran. Foto oleh Peter Fazekas dari Pexels
Nusantara atau Indonesia merupakan negara maritim dengan sejarah yang sangat panjang. Wilayah Indonesia disebut negara maritim karena kurang lebih 2/3 wilayah Indonesia merupakan laut. Laut yang dimiliki Indonesia antara lain Laut Jawa, Laut Maluku, Selat Sunda, Selat Malaka, dan masih banyak lainnya. Keempat laut di atas merupakan laut yang sangat strategis dalam sejarah Nusantara. Jika berbicara mengenai Nusantara sebagai negara maritim tidak bisa kita pungkiri mengenai komunikasi lintas budaya masyarakat maritim di Nusantara. Berikut penjelasan dari komunikasi lintas budaya masyarakat maritim Nusantara.
Zaman Prasejarah
Pada zaman prasejarah masyarakat sudah menjalin hubungan dengan bangsa-bangsa lain. Salah satu bukti adanya hubungan masyarakat Nusantara dengan bangsa lain terutama di daratan Asia Tenggara dengan adanya bukti bahwa masyarakat Nusantara dikenal sebagai pelayar atau pelaut "nenek moyangku seorang pelaut" dan terdapat bukti lain yaitu ditemukannya kapak persegi dan perunggu di Indonesia yang jenisnya sama dengan kapak persegi yang ada di daratan Asia Tenggara. Dari bukti penemuan ini setidaknya menunjukkan bahwa sejak zaman prasejarah sudah terjadi hubungan budaya antar bangsa, walaupun belum terdapat aktivitas perdagangan seperti saat ini.
Zaman Sejarah
Pada zaman sejarah ini komunikasi lintas budaya masyarakat maritim Nusantara yang terjadi yaitu perdagangan antar bangsa jalur India - Nusantara - Cina dan juga komunikasi Hindu - Budha.
Dalam mengungkap hubungan dagang antara Nusantara dengan India pada awal zaman sejarah yaitu dengan berpangkal pada pengetahuan bahwa Indonesia adalah negara dari kesatuan wilayah Asia Tenggara yang mana timbul persamaan pada corak budaya. Perdagangan atau hubungan India dengan Nusantara merupakan bagian dari perdagangan atau hubungan internasional. Letak kepulauan Indonesia membentang di sebelah timur India sebagai kelanjutan dari daratan Asia Tenggara tidak terlalu sulit dicapai dari India. Kegiatan perdagangan India ke Asia Tenggara tidak lagi berupa pertukaran barang antara dua masyarakat, tetapi merupakan bagian dari pola perdagangan India yang telah berkembang selama berabad-abad sebelum Masehi.
Berbeda dengan India, bangsa Cina baru mengadakan hubungan dengan Indonesia pada abad ke 5 Masehi. Para bangsawan Cina mendorong tumbuhnya perdagangan maritim dari Asia Barat ke Asia Selatan melalui Indonesia. Bersamaan dengan berkembangnya hubungan perdagangan tersebut, berkembang pula hasil dari Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dari hubungan dagang Cina dengan Indonesia terdapat hubungan pelayaran langsung antara keduanya.
Komunikasi Hindu – Budha yang terjadi yaitu pengaruh India yang masuk ke Indonesia membentuk sebuah kebudayaan dan agama. Dalam perjalanannya para pedagang India mengundang para Brahmana Hindu ke Indonesia untuk menyebarkan agama Hindu di Indonesia. Tidak hanya di bidang keagamaan namun juga dalam bidang pemerintahan, peradilan, perundang – undangan, kebudayaan, sistem kasta dan sebagainya. Pengaruh India juga identik dengan penyebaran agama Budha melalui para pendeta atau biksu yang menyebar melalui jalur perdagangan. Salah satu contoh corak seni yang menonjol masa Hindu – Budha adalah seni bangunan candi di Indonesia dari candi dan tulisan pada prasasti – prasasti yang ada di Indonesia.
Selamat Membaca!
Referensi :
  • Burhanuddin, S., Suroyo, A. D., Susilowati, E., Sulistyono, S. T., Supriyono, A., Widodo, S. K., & Purbani, D. 2003. Sejarah Maritim Indonesia: Menelusuri Jiwa Bahari Bangsa Indonesia Dalam Proses Integrasi Bangsa (Sejak Zaman Prasejarah Hingga Abad xvii). Jakarta: KPP-Balitbang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
0 Suka·0 Komentar·
01 April 2020