Mahasiswa KKN Bantu Kegiatan Belajar Mengajar di MI NU 17 Kebonharjo

Pengabdian terhadap masyarakat
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN MB POSKO 29 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kendal, 31 Juli 2025 - Kegiatan belajar mengajar merupakan proses di mana guru dan siswa saling berinteraksi untuk saling bertukar ilmu dan keterampilan. Guru memberikan pembelajaran, siswa belajar dan praktik, sehingga pengetahuan dapat tersampaikan dengan baik. Kegiatan belajar mengajar umumnya ditemukan di lingkungan sekolah, pondok pesantren, hingga ke universitas. Seperti yang terjadi di MI NU 17 Kebonharjo Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal kegiatan belajar mengajar yang biasanya diisi oleh seorang guru saat ini dibantu oleh beberapa mahasiswa KKN dari UIN Walisongo Semarang.

Baca juga: Penanganan Stunting melalui Program Bina Keluarga Balita bersama PKK dan KKN UIN
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang tergabung dalam program KKN MODERASI BERAGAMA 2025 turut berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan mengajar langsung di MI NU 17 Kebonharjo, Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal.
Para mahasiswa KKN memberikan pelajaran kepada siswa kelas atas (kelas 1-4), dengan materi yang mencakup Pendidikan Pancasila, Bahasa Arab, dan Bahasa Indonesia. Mereka juga berperan dalam membangkitkan semangat belajar siswa melalui pendekatan yang menyenangkan.
Kelompok mahasiswa KKN yang berjumlah delapan orang ini berasal dari berbagai jurusan di UIN Walisongo. Guru dan kepala sekolah MI NU 17 Kebonharjo juga turut memfasilitasi kegiatan ini secara aktif.
Kegiatan ini berlangsung sejak 21 Juli dan dijadwalkan berakhir pada 24 Agustus 2025, bertepatan dengan masa penugasan KKN di wilayah tersebut.
Seluruh rangkaian pengajaran dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU 17 Kebonharjo, sebuah lembaga pendidikan dasar di Desa Babadan yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa KKN tahun ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat, sekaligus untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa di wilayah desa. Selain itu, mahasiswa juga membawa misi dakwah yang mengedepankan nilai Islam yang moderat dan edukatif.
Mahasiswa menerapkan metode pembelajaran yang interaktif, seperti diskusi kelompok, praktik soal, dan kuis ringan. Mereka juga menciptakan suasana kelas yang ramah dan mendorong partisipasi aktif siswa.
Kepala MI NU 17 Kebonharjo, Bapak Muhamad Afif S.Pd.I, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa.
Alhamdulillah, anak-anak terlihat lebih antusias saat belajar bersama mahasiswa. Ini sangat membantu kami dalam proses pembelajaran,” ujarnya saat diwawancarai.
Salah satu mahasiswa, Chandra Ramadani, mengaku kegiatan ini memberinya banyak pelajaran.
Kami tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar bagaimana menyampaikan ilmu dengan cara yang menyenangkan dan dapat dipahami oleh anak-anak sekolah dasar,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus menjadi sarana nyata pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian.
Baca juga: PKK Desa Kebonharjo dan Mahasiswa KKN UIN Walisongo Galang Sosialisasi Pola Asuh
