Konten dari Pengguna

Proyek Ajaib: Penjernihan Air oleh Mahasiswa KKN UNAND untuk MTsM Muaro Paneh

Alfi Farhani Yoan

Alfi Farhani Yoan

Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin di Universitas Andalas

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alfi Farhani Yoan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Demonstrasi Filtrasi Air Keruh di MTsM Muaro Paneh (Sumber: Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Demonstrasi Filtrasi Air Keruh di MTsM Muaro Paneh (Sumber: Pribadi)

Bayangkan jika air keruh yang kotor bisa diubah menjadi jernih hanya dengan beberapa langkah mudah. Ya, hal itu mungkin dilakukan! Eksperimen ini, yang dipandu oleh mahasiswa KKN Universitas Andalas, tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan siswa MTsM Muaro Paneh pada hari Selasa (30/07/24) tentang pentingnya air bersih dan cara mendapatkannya dengan alat sederhana. Salah satu bahan yang digunakan adalah limbah botol plastik, serta bahan-bahan lainnya yang murah dan mudah didapatkan. Demonstrasi ini dimulai dengan penyampaian materi mengenai alat dan bahan yang diperlukan, tata cara pembuatan, dan praktik penggunaan alat penjernih air tersebut.

Air bersih adalah kebutuhan pokok yang esensial bagi kehidupan sehari-hari. Di banyak daerah, termasuk Muaro Paneh, akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan, meskipun pada umumnya air bersih tersedia. Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya air bersih serta kepedulian siswa terhadap limbah plastik yang cukup problematik di zaman modern ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas melaksanakan proyek edukatif yang menarik di MTsM Muaro Paneh.

Kelas interaktif mengenai konsep filtrasi air (Sumber: Pribadi)

Sebelum memulai eksperimen, diadakan kelas interaktif. Kelas ini memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep filtrasi air, pentingnya pengelolaan limbah, dan cara kerja sistem filtrasi. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan peserta sebelum terlibat dalam eksperimen lapangan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran aktif dengan bantuan alat peraga, gambar edukasi, atau teknologi digital. Setelah itu, eksperimen dimulai dengan menyiapkan beberapa bahan dan alat berikut:

  • Botol plastik bekas (1,5 liter)

  • Gunting atau pisau

  • Kapas dan spons

  • Silika (pasir halus)

  • Zeolit

  • Kerikil kasar

  • Karbon/arang aktif

  • Air kotor (bisa dari lumpur atau campuran air dengan tanah)

Penjelasan dan eksperimen Filtrasi Air kepada siswa (Sumber: Pribadi)

Langkah-langkah Eksperimen:

  1. Persiapan Botol: Potong bagian bawah botol plastik bekas sehingga membentuk corong. Bagian atas botol akan menjadi tempat menyusun lapisan-lapisan filtrasi.

  2. Lapisan Filtrasi

  • Lapisan Pertama: Masukkan kapas dan spons pada bagian paling bawah botol yang telah dipotong. Ini berfungsi untuk mencegah partikel halus keluar dari filter.

  • Lapisan Kedua: Tambahkan lapisan pasir halus di atas kapas dan spons. Pasir akan menangkap partikel-partikel kecil dalam air.

  • Lapisan Ketiga: Tambahkan karbon aktif (arang) di atas lapisan pasir. Karbon aktif berperan penting dalam menyerap kotoran organik dan bahan kimia yang mungkin ada dalam air.

  • Lapisan Keempat: Tambahkan lapisan zeolit. Zeolit adalah bahan alami yang memiliki kemampuan ion exchange, sehingga efektif dalam menyerap logam berat seperti timbal dan amonia.

  • Lapisan Kelima: Tambahkan lagi arang dan lapisi lagi dengan kerikil yang berfungsi untuk membantu dalam proses penyaringan awal partikel-partikel yang lebih besar serta mendukung struktur filter agar tetap stabil.

  • Lapisan Terakhir: Tambahkan kapas di bagian atas dan lapisi lagi dengan spons yang membantu menyaring kotoran besar seperti lumpur, pasir kasar, atau partikel besar lainnya

  1. Penyaringan Air

Setelah semua lapisan tersusun dengan rapi, tempatkan botol di atas wadah penampung air bersih (ekor/bagian bawah botol). Tuangkan air kotor secara perlahan ke dalam botol. Air akan melewati setiap lapisan filtrasi dan keluar sebagai air yang lebih jernih.

Filtrasi air sederhana eksperimen bersama siswa MTsM Muaro Paneh (Sumber: Pribadi)

Setelah air kotor melewati semua lapisan filtrasi, akan terlihat perbedaan signifikan dalam kejernihan air. Air yang awalnya keruh dan kotor akan menjadi lebih jernih dan bersih. Namun, penting untuk dicatat bahwa meskipun air terlihat jernih, tidak berarti air tersebut sudah layak minum tanpa proses pemurnian lebih lanjut. Filtrasi ini terutama digunakan untuk mengurangi partikel-partikel besar dan beberapa kontaminan seperti zat kimia dan kekeruhan.

Proyek ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangkitkan antusiasme luar biasa dari siswa MTsM Muaro Paneh. Setiap langkah eksperimen dilakukan dengan penuh semangat, mulai dari memotong botol plastik hingga menuangkan air kotor ke dalam filter buatan mereka. Rasa penasaran memicu diskusi aktif dan pertanyaan kritis tentang proses dan hasil yang mereka amati.

Ketika air yang awalnya keruh mulai mengalir keluar dalam kondisi lebih jernih, sorak sorai dan tepuk tangan meriah terdengar di seluruh pekarangan. Siswa merasa bangga dengan pencapaian mereka dan semakin tertarik untuk mengeksplorasi lebih banyak tentang sains dan teknologi.

Tidak hanya itu, dukungan dan bimbingan dari mahasiswa KKN Universitas Andalas memberikan inspirasi tambahan bagi siswa. Mereka melihat contoh nyata bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan untuk memecahkan masalah nyata di lingkungan mereka. Interaksi ini juga menumbuhkan hubungan positif antara siswa dan mahasiswa, serta meningkatkan keinginan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

________________________________________

Artikel ini diharapkan dapat memotivasi siswa MTsM Muaro Paneh untuk belajar tentang sains melalui eksperimen praktis, serta memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan limbah plastik. Dengan bimbingan mahasiswa KKN Universitas Andalas, siswa dapat memahami pentingnya air bersih dan teknik dasar penyaringan air, serta terinspirasi untuk terus belajar dan berinovasi dalam bidang sains dan teknologi.