Indonesia Mempercepat Ekonomi Berkelanjutan Lewat Manufaktur dan Ekonomi Hijau

S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jawa Timur. tempat tinggal di kota surabaya
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Moh Ali fais tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia dihadapkan pada tantangan dan peluang yang berpotensi untuk memajukan perekonomian. Terutama di dunia yang terus berubah, faktanya adalah sektor manufaktur dan ekonomi hijau diidentifikasikan sebagai dua elemen kunci sehingga perekonomian Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan, saat bersamaan memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat akan masa depan yang lebih ramah lingkungan dan upaya inovasi industri. Indonesia dapat diposisikan sebagai pemimpin di kedua sektor ini, yang tidak hanya menguntungkan perekonomian tetapi juga memberi dampak positif bagi usaha mitigasi perubahan iklim dan konservasi alam.

Sektor Manufaktur: Landasan Ekonomi Indonesia yang Berkelanjutan Sebagai salah satu pilar ekonomi nasional,
manufaktur sudah berdiri sejak lama. Sebagai penyumbang signifikan dalam PDB dan penyerap tenaga kerja yang sangat tinggi, sektor ini membuat ekonomi nasional Indonesia dapat bergerak. Alasan mengapa Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam sektor ini, meliputi ketersediaan bahan baku, demografi populasi muda yang produktif, dan komoditas ekspor. Untuk alasan-alasan inilah, agar perekonomian manufaktur Indonesia tetap bersaing di pasar global, mendorong digitalisasi dan teknologi dalam sektor manufaktur diperlukan. Digitalisasi, otomatisasi, dan penggunaan teknologi terbaru, seperti kecerdasan buatan, tingkat Internet of things, dan konsep industri 4.0, menjadi kunci efisiensi, produktivitas, dan inovasi. Making Indonesia 4.0 pada pemerintah berfokus pada kegiatan berbasis teknologi tinggi dalam rangka memajukan sektor manufaktur nasional menjadi bersaing di kanca Industry4.0.
Selain itu, sektor manufaktur Indonesia juga berpotensi menarik investasi asing untuk sektor-sektor tersebut, di kedua ketidakamanan tersebut seperti elektronik, otomotif, tekstil, dan kimia. Bahwa investasi akan didorong oleh kebijakan yang ramah terhadap investasi yang akan memungkinkan Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai kiblat manufaktur regional. Investasi dalam hal penelitian dan pengembangan sangat diperlukan investasi untuk menciptakan produk bernilai tambah yang lebih tinggi dan juga untuk mengurangi ketergantungan pada impor barang dengan high value added. Walau sektor ini sangat memberikan kontribusi ke ekonomi nasional, sektor manufaktur Indonesia sedang dihadapkan oleh tantangan yang harus diatasi. Misalnya, sektor tersebut tergantung pada energi fosil dan karenanya memberikan kerusakan matahari melalui kegiatan produksinya. Dengan demikian, apa yang dikenal sebagai transisi pada “industri hijau” perlu segera diaktifkan untuk memastikan sektor ini dapat terus mengabdi kepada pembangunan yang
Ekonomi Hijau: Solusi Tantangan Lingkungan dan Ekonomi.
Ekonomi hijau yang memadukan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek ekonomi mulai menarik perhatian di Indonesia. Di tengah krisis iklim global yang semakin dalam, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi lingkungan dan sumber daya alamnya. Pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana serta pengelolaan lingkungan yang lebih efisien dan berkelanjutan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi hijau, khususnya melalui energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, pengelolaan hutan, dan industri yang ramah lingkungan. Pemerintah Indonesia telah menguraikan sejumlah kebijakan untuk mendorong transisi ini, termasuk pengembangan energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi, yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung pengurangan emisi karbon.
Sektor energi terbarukan tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang investasi yang sangat besar. Dengan potensi energi surya yang melimpah di Indonesia, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan sistem tenaga surya berbasis komunitas dapat mempercepat transisi energi di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pengembangan sumber energi lokal dan terbarukan akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ketahanan energi nasional, dan mengurangi impor energi.
Pertanian berkelanjutan juga merupakan bagian penting dari ekonomi hijau.
Indonesia memiliki sektor pertanian yang sangat besar, dan transisi menuju pertanian yang ramah lingkungan akan meningkatkan produktivitas, mengurangi dampak perubahan iklim, dan menjaga ketahanan pangan. Praktik pertanian organik, penggunaan teknologi pertanian cerdas, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dapat memperkuat sektor pertanian Indonesia sebagai bagian dari ekonomi hijau.
Industri hijau, yang mencakup produksi barang-barang ramah lingkungan dan pengelolaan limbah, juga berpotensi menjadi sektor yang berkembang pesat di Indonesia. Penerapan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah dijadikan bahan baku untuk produk baru, dapat mengurangi pencemaran dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Perusahaan yang mengadopsi teknologi hijau dan proses produksi yang ramah lingkungan akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar global, di mana konsumen semakin memilih produk-produk yang berbasis keberlanjutan.
Pembangunan Berkelanjutan: Menjaga Keseimbangan antara Sosial, Lingkungan, dan Ekonomi
Pembangunan berkelanjutan merupakan tujuan utama strategi ekonomi Indonesia untuk ekspor. Indonesia harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, keberlanjutan lingkungan, dan kemajuan sosial. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan mengembangkan sektor manufaktur yang berfokus pada keberlanjutan dan mempromosikan ekonomi hijau sebagai solusi atas masalah lingkungan.
Melihat hal tersebut, peran pemerintah dalam membuat kebijakan yang mendukung kedua sektor tersebut menjadi sangat penting. Penting bagi pelaku usaha yang menggunakan teknologi ramah lingkungan, penelitian dan pengembangan untuk proyek energi baru, serta regulasi yang mendukung ekonomi sirkular akan mempercepat penerapan praktik ekonomi hijau. Selain itu, edukasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan harus diperkuat agar masyarakat dapat lebih memahami kebijakan dan inisiatif yang tengah dijalankan pemerintah.
Di Indonesia, pembangunan berkelanjutan juga memerlukan kerja sama antara sektor publik, swasta, dan masyarakat. Fondasi ekonomi hijau Indonesia akan diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan proyek-proyek hijau dan dengan membantu masyarakat mengadopsi gaya hidup yang lebih layak huni. Keberhasilan transisi menuju ekonomi hijau juga akan menghasilkan lingkungan kerja yang lebih inklusif, meningkatkan standar hidup, dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar internasional.
