Kelompok 50 FBD UB Dampingi UMKM Arjowilangun Beralih ke Pembayaran QRIS

Alifia Dwi Fatihasari sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 1 di Universitas Brawijaya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari ALIFIA DWI FATIHASARI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penulis : Alifia Dwi Fatiasari
Arjowilangun, Kalipare - Kelompok 50 FBD Arcapada 2026 sukses menjalankan program kerja UMKM Cerdas Digital melalui pendampingan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Kegiatan berlangsung selama lima hari, pada 6 hingga 10 Juli 2026, dan dilanjutkan dengan penyerahan QRIS fisik kepada para pelaku UMKM pada 11 Juli 2026.
Program ini digagas untuk menjawab kendala yang selama ini dihadapi sejumlah pelaku UMKM di desa dalam mengakses sistem pembayaran digital. Kegiatan diikuti oleh belasan pemilik UMKM di Dusun Panggang Lele dan Dusun Barisan yang hadir dan berpartisipasi secara langsung dalam setiap tahapan proses pembuatan QRIS.
Rangkaian kegiatan diawali dengan survei untuk mengidentifikasi UMKM yang sesuai kriteria dan bersedia mengikuti program. Setelah itu, mahasiswa KKN mendata UMKM yang berminat, dilanjutkan dengan pendampingan proses pendaftaran QRIS, serta membantu pembuatan akun QRIS hingga tuntas. Tahap akhir dari rangkaian program ini adalah pencetakan QRIS dalam bentuk fisik yang kemudian diserahkan langsung kepada masing-masing pelaku UMKM agar dapat segera digunakan sebagai metode pembayaran digital dalam transaksi sehari-hari.
Kegiatan ini turut melibatkan Divisi Acara dan beberapa mahasiswa sebagai penanggung jawab program kerja, dalam proses koordinasi di lapangan, mulai dari survei UMKM hingga pelaksanaan pendampingan dan penyerahan QRIS fisik kepada warga.
Hingga saat ini, program UMKM Cerdas Digital telah berhasil menjangkau 12 UMKM yang tersebar di Dusun Panggang Lele dan Dusun Barisan, dan jumlah tersebut diproyeksikan akan terus bertambah. Adapun UMKM yang telah bergabung dalam program ini antara lain:
1. Bakso & Mie NyemekPak Jo- bakso dan mie nyemek, Dusun Panggang Lele
2. Kedai Kita - snack viral seperti tahu kocek dan tempura, Dusun Panggang Lele
3. Kedai Deltafa - snack viral seperti cireng kuah creamy, Dusun Panggang Lele
4. WK Cafe - sempol dan aneka snack, Dusun Panggang Lele
5. Teras Mamade - tempura dan pempek khas, Dusun Panggang Lele
6. Kedai 3F - nasi kuning untuk katering dan seblak khas, Dusun Barisan
7. Ayam Bakar & Mie Ayam Agung - ayam bakar dan mie ayam, Dusun Barisan
8. Bakso 77 - bakso, mie ayam, dan nasi goreng, Dusun Barisan
9. Cincau dan Pisang Crispy - cincau asli dan pisang crispy, Dusun Barisan
10. Fresh Juice - aneka jus segar, Dusun Barisan
11. Siomay & Cilok Telor - siomay dan cilok telur, Dusun Barisan
12. Raja Teh - aneka teh rasa, Dusun Barisan
Salah satu pelaku UMKM, Pak Jo, pedagang Bakso & Mie Ayam Pak Jo di Dusun Panggang Lele, mengungkapkan bahwa program ini menjadi salah satu program kerja KKN yang paling ia nantikan. Menurutnya, kebanyakan program KKN selama ini lebih banyak menyasar anak-anak sekolah dasar, sehingga program pendampingan QRIS ini dirasa lebih menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
“Ini salah satu program kerja KKN yang paling dinanti, soalnya kebanyakan KKN itu sasarannya ke anak SD. Padahal harusnya kayak gini, yang benar-benar bantu warga sekitar dan bantu UMKM supaya nggak ketinggalan zaman sama teknologi sekarang,” ujar Pak Jo.
Dengan hadirnya QRIS, para pelaku UMKM kini dapat memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk mendukung proses transaksi yang lebih mudah, cepat, aman, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Program UMKM Cerdas Digital ini menjadi salah satu wujud kontribusi Kelompok 50 KKN FBD Arcapada 2026 dalam mendorong digitalisasi ekonomi di tingkat desa, sekaligus turut mendukung pencapaian SDGs melalui penguatan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan modern.
(Kelompok 50 KKN FBD Arcapada 2026 - Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang)
