Mahasiswa KKN Universitas Tidar Bantu UMKM Begulon Naik Kelas Digital

Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Tidar yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Alisa Alya Riani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

M ahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 dari Universitas Tidar (UNTIDAR) yang berlokasi di Desa Tanjunganom, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Strategi Pemasaran UMKM di Era Digital” pada Minggu, 19 Juli 2026. Kegiatan ini bertempat di Dusun Begulon yang diikuti oleh ibu-ibu pelaku UMKM setempat sebagai bentuk nyata peran mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi lokal melalui literasi digital. Sosialisasi digelar sebagai respons atas masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM setempat terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam menjalankan usaha sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat mendorong pelaku UMKM agar lebih siap bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.
Sosialisasi ini mengangkat tiga materi utama yang relevan dengan kebutuhan UMKM masa kini. Pertama, pemasaran digital bagi UMKM, yang menjelaskan bagaimana pelaku usaha dapat memanfaatkan platform digital seperti media sosial, WhatsApp Business, dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar tanpa biaya besar. Kedua, pembuatan Nomor Izin Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS), sebagai identitas resmi usaha yang memberikan kepastian hukum dan akses ke berbagai fasilitas pemerintah. Ketiga, input alamat usaha ke Google Maps, agar lokasi usaha mudah ditemukan oleh pelanggan, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memudahkan akses bagi layanan antar seperti ojek online atau e-commerce. Ketiga materi tersebut disampaikan secara sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami oleh ibu-ibu pelaku UMKM yang sebagian besar belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Salah satu keunggulan dari kegiatan ini adalah pendekatan “jemput bola”, di mana tim mahasiswa tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mendampingi langsung pembuatan NIB ke rumah masing-masing pelaku UMKM. Tak hanya itu, dalam proses pendampingan tersebut, mahasiswa juga sekaligus mendaftarkan alamat usaha ke Google Maps, sehingga setiap pelaku UMKM mendapatkan dua manfaat sekaligus: legalitas usaha dan visibilitas lokasi di Google Maps. Pendekatan ini dipilih karena banyak pelaku UMKM yang kesulitan mengoperasikan aplikasi atau mengakses internet secara mandiri. Dengan cara ini, mahasiswa dapat memastikan setiap proses pendaftaran berjalan lancar sekaligus memberikan edukasi langsung kepada pelaku usaha.
“Saya sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN ini,” ujar Ibu Siti, pemilik usaha Kerupuk Puk’puk, saat ditemui usai pendampingan. Menurutnya, setiap kali ada event penjualan dengan tamu penting seperti bupati atau camat, pertanyaan yang selalu muncul adalah apakah usahanya sudah memiliki NIB atau belum. “Karena saya sudah agak gaptek, akhirnya saya minta tolong ke mahasiswa KKN ini untuk didaftarkan. Alhamdulillah, sekarang NIB saya sudah terbit, dan lokasi usaha saya juga sudah ada di Google Maps,” tambahnya dengan senyum lega. Ia mengaku kini merasa lebih percaya diri menjalankan usahanya karena telah memiliki legalitas resmi.
Pendampingan serupa juga diberikan kepada dua pelaku UMKM lainnya:
Ibu Musyarofah, pengrajin Gula Merah dan Keripik Tempe Sagu, yang kini telah memiliki NIB resmi dan alamat usahanya sudah terdaftar di Google Maps setelah didampingi secara intensif.
Ibu Kamiyah, pemilik Warung Kelontong, yang turut merasakan manfaat pendampingan ini dengan terbitnya NIB dan lokasi usahanya yang kini mudah ditemukan di Google Maps.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun ekonomi lokal yang lebih berdaya saing. Dengan bekal pemasaran digital, legalitas usaha, dan visibilitas lokasi di Google Maps, diharapkan UMKM di Dusun Begulon dapat tumbuh lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan era digital. Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi bagian dari program kerja unggulan KKN Kelompok 10 Untidar dalam mendukung tema besar “Desa Tumbuh, Generasi Tangguh” yang diusung selama masa pengabdian di Desa Tanjunganom. Ke depan, mahasiswa berencana melakukan pendampingan lanjutan agar seluruh UMKM di dusun tersebut dapat memiliki legalitas usaha yang lengkap.
“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tapi wadah nyata bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung pada masyarakat. Semoga langkah kecil ini menjadi awal transformasi digital bagi UMKM di Dusun Begulon.”
