Menulis Naskah Bukan Hal yang Mudah

Mahasiswi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Alma Khalisa Humaira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penulisan naskah merupakan seni yang memadukan kreativitas, teknik, dan pemahaman tentang karakter dan alur cerita. Menulis naskah, baik naskah film maupun naskah drama kerap kali dianggap mudah oleh sebagian orang. Mereka beranggapan bahwa menulis naskah film atau drama sama seperti membuat cerita pendek. Sebenarnya, banyak hal yang perlu diperhatikan dalam menulis naskah film atau drama seperti berikut ini.
A. Naskah Drama
Naskah drama adalah teks tertulis yang ditandai dengan dialog-dialog antar tokoh, petunjuk panggung, deskripsi tokoh, serta terdapat alur yang menghubungkan cerita tersebut. Dalam menulis naskah drama bukan hanya sekedar menulis dialog beserta nama tokoh, tetapi juga perlu memperhatikan struktur penulisan. Dikutip dalam buku SENI DRAMA oleh Rohana dan Nur Indah, struktur penulisan naskah drama yaitu:
Tema, sebagai gagasan sentral yang menjadi dasar dibuatnya drama.
Plot atau alur, berupa jalinan cerita dari awal hingga akhir berupa permasalahan, konflik, klimaks, dan penyelesaian.
Penokohan, sebagai bentuk jati diri seorang tokoh. Apakah tokoh itu baik, jahat, pendengki, dermawan, atau memiliki watak lainnya.
Dialog, menggunakan dialog dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan tiruan kehidupan masyarakat. Dialog merupakan hal yang penting, karena dengan penyampaian dialog yang tepat niscaya keindahan dan tujuan pementasan dapat tercapai.
Latar, yaitu tempat terjadinya cerita yang meliputi latar waktu, latar tempat, dan latar suasana.
Amanat, merupakan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
Petunjuk teknis, adalah petunjuk mementaskan atau mengaudiovisualkan naskah drama. Petunjuk teknis juga biasa disebut dengan teks samping.
B. Naskah Film
Naskah film merupakan naskah cerita yang menguraikan urutan-urutan adegan, tempat, keadaan, dan dialog yang tersusun dalam konteks struktur dramatik. Naskah film tidak bisa ditulis sembarangan karena harus mampu memberikan panduan yang jelas bagi aktor, kru, dan semua hal yang terlibat dalam produksi. Struktur dalam menulis naskah film pun berbeda dengan naskah drama, yaitu sebagai berikut:
Scene heading, adalah informasi tentang adegan yang biasanya terdiri dari nomor adegan, lokasi adegan, dan waktu adegan.
Action, yaitu aksi atau keterangan mengenai kejadian dalam setiap adegan yang merupakan penjabaran dari outline yang dibuat sebelumnya.
Dialog dan parenthetical, dialog merupakan kalimat yang harus diucapkan oleh aktor, sedangkan parenthetical adalah petunjuk aksi yang harus dilakukan aktor, misalnya saat bahagia harus tersenyum.
Menulis naskah drama dan film tidak semudah yang dikatakan. Perlu ketekunan dan imajinasi dalam setiap penarasian agar pesan dari drama atau film tersebut dapat tersampaikan dengan baik ke penonton.
