Konten dari Pengguna

Membatalkan Janji Secara Sepihak, Apa Dampaknya bagi Pertemanan?

fida

fida

mahasiswa ilmu komunikasi universitas pamulang

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari fida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Source: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Source: shutterstock

Dalam sebuah pertemanan, membuat janji untuk bertemu sering kali menjadi bagian dari menjaga hubungan dan meluangkan waktu bersama. Namun, tidak sedikit orang yang pernah mengalami situasi ketika teman membatalkan janji secara sepihak, bahkan tanpa memberikan kabar terlebih dahulu. Meski terlihat sebagai hal sederhana, kebiasaan ini dapat memengaruhi kualitas sebuah pertemanan. Secara umum, membatalkan janji secara sepihak adalah tindakan membatalkan kesepakatan tanpa berdiskusi atau memberikan pemberitahuan yang cukup kepada pihak lain. Akibatnya, teman yang telah meluangkan waktu dan menyusun rencana dapat merasa kecewa atau diabaikan. Dalam beberapa situasi, membatalkan janji memang tidak dapat dihindari karena adanya keadaan darurat atau perubahan rencana yang tidak terduga. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan membatalkan janji tanpa penjelasan atau tanpa menunjukkan itikad untuk memberi kabar. Komunikasi yang baik menjadi salah satu cara untuk menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap komitmen yang telah dibuat. Sekilas, membatalkan janji mungkin dianggap sebagai masalah kecil. Akan tetapi, jika dilakukan berulang kali, kebiasaan ini dapat mengurangi rasa percaya dalam sebuah pertemanan. Teman yang sering mengalami hal tersebut mungkin akan ragu untuk membuat rencana bersama di kemudian hari. Dalam hubungan pertemanan, menghargai waktu merupakan salah satu bentuk menghargai orang lain. Memberikan kabar ketika terjadi perubahan rencana, meminta maaf, atau mengatur ulang waktu pertemuan dapat membantu menjaga hubungan tetap baik meskipun janji tidak dapat ditepati. Pada akhirnya, pertemanan yang sehat dibangun atas dasar saling menghormati dan saling menghargai. Menepati janji bukan hanya tentang hadir sesuai waktu yang disepakati, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan dan menunjukkan kepedulian terhadap orang-orang yang telah meluangkan waktunya.