Atlas Motor, Toko Onderdil di Atrium Senen yang Menjaga Holden Tetap Hidup

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toko Atlas Motor di lantai lima Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Toko Atlas Motor di lantai lima Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Mobil Holden lawas ternyata masih memiliki tempat di kalangan penggemar otomotif. Kendaraan yang usianya sudah puluhan tahun itu kini lebih banyak dipertahankan sebagai koleksi oleh, termasuk pemilik yang masih memburu suku cadang untuk menjaga kondisinya.

Ayung, pemilik toko Atlas Motor, mengatakan bahwa kebutuhan terhadap spare part Holden masih datang dari para pemilik mobil. Menurutnya, konsumen yang mencari komponen tidak hanya berasal dari bengkel, tetapi juga pemilik kendaraan secara langsung.

"Semua Holden cari spare part ke sini, dari tahun 60-an sampai 90-an. Holden yang pakai ya kolektor saja, nggak dipakai sehari-hari soalnya boros," ujarnya saat ditemui kumparan di Plaza Atrium Senen, Jumat (4/9).

Holden Belmont 1974. Foto: Dok. Wikimedia Commons

Ayung bilang, sejumlah model Holden yang suku cadangnya masih diburu antara lain Holden Belmont, Statesman, Premier, dan Kingswood. Pembeli di tokonya pun di dominasi oleh konsumen luar kota, termasuk Aceh, Yogyakarta, Bali, dan Papua.

Menurut Ayung, kebutuhan spare part juga muncul ketika pemilik melakukan perbaikan besar pada kendaraannya. Salah satunya saat mobil mengalami masalah pada mesin dan membutuhkan proses turun mesin.

"Saya langganannya banyak, di sini udah 29 tahun. Langganan saya banyak luar kota, sudah puluhan tahun. Kalau orang main Holden mereka sudah tahu Atlas Motor. Kalau masih ada genuine parts, beli yang itu, kalau nggak ada pada beli yang impor," lanjutnya.

Holden Kingswood 1969. Foto: Dok. Wikimedia Commons

Ayung menyebutkan, keberadaan komunitas ikut membuat permintaan terhadap onderdil Holden tetap berjalan. Para pemilik mobil tergabung dalam grup dan rutin mengadakan kegiatan bersama, informasi mengenai kendaraan dan kebutuhannya terus beredar di antara sesama penggemar.

"Hampir semua spare part banyak dicari ya, apalagi kalau mereka turun mesin. Dari dulu di sini (Atrium Senen) tinggal saya yang jualan Holden karena mobilnya nggak banyak," tambah Ayung.

Kondisi itu menunjukkan bahwa keberadaan Holden lawas masih didukung oleh komunitas yang tersebar di berbagai daerah. Bagi para kolektor dan penggemarnya, ketersediaan spare part menjadi salah satu informasi penting untuk mempertahankan mobil besutan Australia yang sudah berusia puluhan tahun tersebut.