Gaikindo Berharap Mobil Hybrid Dapat Insentif

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih mendorong pemerintah memberikan stimulus untuk kendaraan hybrid. Insentif dinilai dapat menekan harga mobil hibrida agar lebih terjangkau dan meningkatkan minat masyarakat.

Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, mengatakan bahwa pemberian stimulus menjadi salah satu cara untuk mendongkrak penjualan mobil hybrid di Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan upaya mempercepat elektrifikasi kendaraan.

“Katanya mau lebih banyak lagi (penjualan mobil hybrid), kalau lebih banyak lagi harus ada stimulus yang membuat itu bisa dibeli orang, makin terjangkau,” kata Jongkie saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, belum lama ini.

Jongkie mengungkapkan belum mengetahui skema insentif yang nantinya dapat diberikan. Ia menyerahkan sepenuhnya pembahasan mengenai bentuk stimulus tersebut kepada pemerintah.

Antusiasme pengunjung di GIIAS 2026. Foto: Dok. Instagram @giias_id

"(Skemanya) Belum tahu, makanya kami serahkan 100 persen pada pemerintah. Katanya mau lebih lebih cepat lagi. Ya, kan tujuannya memang Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 begitu. Perpres 55 kan bunyinya apa? Akselerasi daripada elektrifikasi," tegasnya.

Perpres Nomor 55 Tahun 2019 sendiri mengatur percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan. Aturan ini juga mencantumkan pemberian insentif fiskal sebagai salah satu upaya untuk mempercepat penggunaan kendaraan setrum di Tanah Air.

Bila menilik data Gaikindo, penjualan mobil hibrida di Indonesia menunjukkan kinerja positif pada semester pertama 2026. Penjualan mencapai 42.366 unit, naik 47 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Pengusaha Jusuf Hamka bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto di GIIAS 2026. Foto: kumparan

Pemerintah Belum Bahas Insentif Mobil Hybrid

Sebelumnya, Menteri Bidang Perekonomian (Menko), Airlangga Hartarto, menyampaikan sinyal nihilnya pemberian insentif bagi kendaraan hibrida untuk periode tahun ini.

"Hybrid sudah bagus kan, year-to-date (penjualannya) naik 45 persen. Artinya kebijakan yang dilakukan pemerintah sudah sesuai dengan skema," ucapnya saat menyambangi GIIAS 2026, Jumat (8/8).

Menurut Airlangga, kendaraan hybrid mulai diterima masyarakat karena dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang belum ingin langsung beralih ke mobil setrum murni atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Ia menilai, stimulus pemerintah untuk kendaraan elektrifikasi sudah berjalan baik. Kebijakan tersebut juga ikut mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal sehingga target pemerintah untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) disebut sudah tercapai.

"Karena sudah jalan, insentifnya sudah penuh. Insentif itu diberikan untuk produksi nasional, dan ini (model hibrida) produksinya sudah nasional," lanjut dia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat mengunjungi GIIAS 2026. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku belum mendengar adanya rencana pemberian insentif untuk mobil hybrid. Menurutnya, pembahasan insentif yang ia ketahui saat ini masih berfokus pada kendaraan listrik (EV).

"Saya belum mendengar rencana ini, yang kemarin rencananya EV saja. Baterai kendaraan berbahan dasar nikel dan lithium," ucapnya kepada awak media di GIIAS 2026, Selasa (4/8).