Geely Tantang Balik BYD, Garap Pengecasan Ngebut Hitungan Menit

Geely memperkenalkan teknologi pengisian daya cepat terbaru bernama Geely Smart Charge untuk menantang BYD. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya baterai mobil listrik dalam hitungan menit dengan dukungan stasiun pengisian berdaya hingga 2.250 kW.
Menurut situs resmi perusahaan, Geely Smart Charge mengandalkan model energi berbasis AI bernama Xingrui PowerMind. Sistem tersebut memiliki tiga fungsi utama, yakni Extreme Charge, Smart Charge, dan Auto Charge.
Teknologi ini menggunakan algoritma prediksi suhu untuk memperkirakan perubahan temperatur baterai hingga 30 detik ke depan. Sistem kemudian menyesuaikan daya pengisian agar suhu rata-rata baterai tetap di bawah 55 derajat Celsius dan suhu puncaknya tidak melewati 65 derajat Celsius.
Geely juga memperkenalkan baterai Aegis Golden Brick generasi terbaru dengan teknologi ultra-short blade. Baterai tersebut tersedia dalam konfigurasi 12C dan 6C untuk sejumlah model baru Geely dan merek di bawah grupnya.
Baterai 12C berkapasitas pengisian lebih tinggi digunakan pada Lynk & Co 10 dan Zeekr 001. Melalui baterai tersebut, pengisian daya dari 10 hingga 70 persen dapat dilakukan dalam sekitar 4 menit 30 detik.
Sementara itu, baterai 6C dengan panjang 370 milimeter debut pada Geely Galaxy E5. Baterai tersebut memungkinkan pengisian daya dari 10 hingga 70 persen dalam waktu sekitar 8 menit 25 detik.
Geely sendiri menargetkan pembangunan lebih dari 100 ribu pengisian daya cepat di seluruh China hingga akhir 2027. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 ribu unit akan menggunakan teknologi Geely Smart Charge.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya Geely memperluas ekosistem pengisian daya kendaraan listrik. Perusahaan juga memberikan insentif berupa saldo pengisian daya sebesar seribu yuan atau sekitar Rp 2,67 juta per tahun selama dua tahun bagi pembeli mobil baru yang sudah menggunakan teknologi Geely Smart Charge.
Teknologi pengisian cepat ini menjadi respons Geely terhadap BYD yang sebelumnya memperkenalkan Flash Charging yang bertenaga 1.500 kW. BYD sendiri menargetkan pembangunan 20 ribu stasiun pengisian cepat di Negeri Tirai Bambu pada 2026.
