Kaca Mobil Retak Bisa Langsung Mulus, Ada Metode 'Suntik Kaca'

Kaca mobil bagian depan rawan terkena hantaman batu yang terpental dari kendaraan lain saat melaju di jalan tol. Bekasnya meninggalkan retak kecil yang mengganggu pandangan pemilik mobil. Luka semacam itu ternyata masih bisa ditangani lewat metode suntik kaca.
Kiki, pemilik toko kaca mobil Alpha Glass, mengatakan bahwa perbaikan tersebut dikerjakan dengan cara menyuntikkan cairan ke titik luka. Metodenya menjadi pilihan termurah bagi pemilik mobil.
“Perbaikan stone chip di kami biayanya Rp 350 ribu. Saya tidak lihat mobilnya apa, mereknya apa yang penting lukanya masih bisa diperbaiki atau tidak, biayanya tetap segitu,” kata Kiki kepada kumparan saat ditemui di Kayuringin Jaya, Bekasi, belum lama ini.
Ia bilang, cairan yang dipakai bernama resin. Bahan itu diteteskan ke permukaan luka melalui suntikan khusus lalu ditekan agar mengisi rongga di dalam lapisan kaca.
Kiki menjelaskan, luka yang bisa ditangani hanya berupa stone chip alias titik kecil bekas hantaman batu. Bentuknya terbagi menjadi dua, yaitu star crack yang bergaris menyerupai bintang dan bull’s eye crack yang berbentuk bulat.
“Kami pakai alat suntikan khusus, berbeda dengan yang dijual online, harus ikut sertifikasinya dulu sebelum menggunakan. Kami juga ada 8 jenis resin untuk tingkat keretakan yang berbeda-beda," terangnya.
Kiki menuturkan, proses reparasi metode suntik kaca menelan waktu sekitar dua jam. Perbaikan ini hanya berlaku pada kaca mobil yang berjenis laminated.
Menurut Kiki, metode suntik bisa menjadi pilihan bagi pemilik mobil yang belum ingin mengganti kaca. Selama kerusakan masih berupa stone chip yang dapat diperbaiki, kaca bisa ditangani lebih dulu sambil menunggu pemilik menyiapkan biaya penggantian.
"Hasil repair stone chip tidak akan kembali mulus seperti semula, masih akan kelihatan bekasnya. Banyak orang yang lihat di iklan cuma ditetesin terus hilang, itu sama sekali nggak mungkin bisa. Dengan alat khusus saja masih ada bekas resin yang mengering samar," jelas pria yang sudah menekuni bidang kaca mobil selama 17 tahun itu.
Adapun, Kiki mengingatkan bahwa metode suntik kaca tidak memiliki jaminan daya tahan dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan pengalamannya, hasil perbaikan dapat bertahan dalam waktu lama atau kembali retak dalam waktu dekat.
