Kasus Pencurian ECU Gran Max Marak, Toko Kaca Mobil Ini Banjir Pesanan

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Daihatsu Gran Max Foto: dok Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Daihatsu Gran Max Foto: dok Aditya Pratama Niagara/kumparan

Belum lama ini ramai aksi pencurian ECU di mobil niaga ringan, salah satunya pada Daihatsu Gran Max. Pelaku memecahkan kaca untuk menjangkau komponen mobil yang tersimpan di dalam kabin. Kejadian itu ternyata berdampak ke toko kaca mobil yang justru malah kebanjiran pesanan.

Kiki, pemilik toko kaca mobil Alpha Glass, menungkapkan bahwa permintaan kaca pintu Daihatsu Gran Max di tempatnya melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Pesanannya datang dengan pola yang seragam.

“Dua bulan terakhir tiba-tiba banyak banget yang minta kaca pintu depan kiri Gran Max. Hari ini minta, besok minta lagi, spesifik pintu depan kiri semua. Saya sampai tanya ke bengkel, kenapa ini, ternyata ECU-nya diambil,” buka Kiki kepada kumparan saat ditemui di Kayuringin Jaya, Bekasi, belum lama ini.

Penggantian kaca mobil Suzuki Carry di Alpha Glass, Kayuringin Jaya, Bekasi. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia bilang, sebelum kejadian itu merebak, permintaan kaca Gran Max di tokonya berjalan normal. Jumlahnya pun hanya satu sampai dua unit saja dalam rentang waktu yang panjang.

Kiki menyampaikan, pesanan tersebut tidak hanya datang dari pemilik mobil secara langsung. Sejumlah bengkel di sekitar tokonya ikut membeli kaca untuk mengerjakan mobil Gran Max milik konsumen menjadi korban pencurian ECU.

“Kalau unit yang datang ke saya saja sudah sekitar belasan, belum yang belanja kacanya saja ke sini. Kebanyakan kaca pintu depan kiri karena ECU-nya ada di bagian kiri. Ada juga yang kanan, cuma lebih sedikit,” lanjutnya.

Kiki menjelaskan, kaca pintu mobil umumnya memakai jenis tempered yang hancur menjadi butiran kecil saat pecah. Kondisi ini membuat perbaikan tidak mungkin dilakukan sehingga pemilik wajib mengganti kacanya.

Ilustrasi kaca depan mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Pengerjaan penggantian kaca pintu di tokonya memakan waktu sekitar satu jam. Di sisi lain, Kiki mengungkapkan modus pencurian ECU sendiri tidak berhenti pada pemecahan kaca pintu Gran Max.

“Kemarin saya ganti mobil Carry yang dipecahkan bukan kaca pintu, kaca depannya yang dicopot. Karena kaca depan Carry masih pakai karet, karetnya disobek pakai cutter, kacanya diturunkan, orangnya langsung ambil ECU,” terangnya.

Menurut Kiki, cara tersebut hanya berhasil pada mobil lawas yang kaca depannya masih dijepit karet. Mobil keluaran baru memakai lem perekat yang menyatukan kaca dengan rangka bodi.

Adapun, ia mengingatkan bagi para pemilik kendaraan untuk tidak meninggalkan barang berharga di dalam kabin. Kiki menilai kaca mobil yang gelap tidak selalu mencegah pencurian. Konsumen yang mengeluhkan pembobolan kaca pintu di tokonya paling banyak berawal dari barang yang terlihat dari luar.