Onderdil Mobil Lawas Makin Langka, Barang Copotan Jadi Penyelamat

Restorasi mobil lawas bukanlah perkara mudah. Selain harus mencari bengkel yang tepat, pemilik kendaraan juga perlu berburu onderdil yang sudah langka di pasaran. Kondisi ini membuat sejumlah pemilik mobil tua memilih mencari komponen bekas atau copotan.
Salah satu toko onderdil mobil bekas di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat, ternyata sudah menjadi langganan sejumlah artis yang memiliki mobil klasik. Awang, pemilik toko, mengatakan beberapa artis pernah datang untuk mencari komponen untuk merawat maupun merestorasi kendaraannya.
“Dulu saya banyak langganan artis-artis lawas. Misalnya (alm) May Sumarna itu penggemar Ford Laser, Mandra pernah belanja, Eddie Gomblo cari barang Corolla. Tessy juga sering ke sini servis karburator dia punya Hardtop, banyak kok artis-artis juga,” kata Awang saat ditemui kumparan di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat, Senin (24/8).
Menurutnya, kebutuhan spare part untuk mobil tua memang berbeda dengan kendaraan yang masih banyak beredar di jalan. Komponen seperti karburator dan sejumlah bagian mesin kini semakin sulit ditemukan sebab mulai banyak digantikan sistem injeksi.
Pengalaman Awang berjualan suku cadang mobil bekas juga sudah berlangsung cukup lama. Ia mengaku mulai berdagang sejak 1985 dan telah melewati beberapa perubahan di Pasar Asem Reges. Selama puluhan tahun itu pula ia melihat kebutuhan terhadap komponen mobil klasik tetap ada, terutama dari para penghobi.
Untuk mobil yang tergolong langka, Awang biasanya memanfaatkan jaringan sesama pedagang untuk mendapatkan komponen yang dibutuhkan. Pencarian barang langka bisa dilakukan dalam waktu beberapa hari saja lewat jaringan tersebut.
“Biasanya barang itu dari limbahan Singapura atau copotan lokal juga ada dari lelang gitu. Kalau barang yang susah, saya beli ke kawan. Kami ada perkumpulan juga, jadi paling lama ya tiga sampai empat hari. Barang baru bisa sebulan, kalau copotan memang lebih cepat,” tuturnya.
Adapun, komponen mobil Eropa menjadi salah satu yang paling sulit ditemukan. Ia bercerita, onderdil mobil BMW dan Mercedes-Benz mempunyai harga tinggi karena tidak ada versi replikanya. Hal ini membuat barang copotan menjadi salah satu solusi bagi pemilik mobil.
Selain mobil Eropa, Awang juga masih melayani kebutuhan onderdil untuk mobil Jepang yang lebih umum. Toyota Avanza dan sejumlah sedan Honda klasik disebut menjadi model yang komponen bekasnya masih banyak diburu konsumen.
“Kalau mobil yang paling susah dicari itu mobil lawas. Contohnya MINI Austin Morris, itu sudah nggak bakalan ketemu, makanya banyak penggemarnya. Mitsubishi Triton, Toyota Hilux juga sulit, pokoknya 4x4 itu susah dan mahal,” tutupnya.
