Pasar Asem Reges Andalan Onderdil Copotan Mobil Niaga, Harga Lebih Miring

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasar Asem Reges di Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pasar Asem Reges di Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Harga suku cadang mobil yang cukup mahal membuat sebagian pemilik kendaraan memilih komponen bekas alias copotan. Di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat, pemilik mobil niaga ternyata menjadi salah satu konsumen yang paling sering membeli onderdil copotan.

Awang, salah satu pedagang spare part mobil bekas di Asem Reges, mengungkapkan bahwa konsumen tokonya memang didominasi para pemilik mobil niaga. Permintaan tersebut membuat komponen untuk kendaraan jenis ini menjadi barang yang cukup rutin dicari di tokonya.

"Kalau kita tetap mobil niaga ya karena untuk pemasukan harian. Misalnya, Gran Max, Carry, Avanza, Sigra, itu kan mobil yang sering dipakai di jalan untuk ojol atau bisnis, jadi pasti ada usia pakainya," ujarnya saat ditemui kumparan, Senin (24/8).

Gardan di toko spare part mobil bekas Awang di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Suku cadang yang dicari pun beragam, mulai dari silinder head, kruk as, gardan, dan transmisi. Untuk Avanza dan mobil niaga lainnya, gardan disebut menjadi salah satu komponen yang paling laris manis diboyong konsumen.

Awang bilang, konsumen yang datang ke Asem Reges umumnya memang sudah mengetahui karakter pasar tersebut yang menjual komponen bekas. Menurutnya, harga menjadi alasan utama konsumen memilih spare part copotan dibandingkan membeli baru karena selisihnya bisa mencapai jutaan rupiah.

"Utamanya di sini barangnya bekas, tapi sudah jelas orisinal. Kedua, harganya juga cukup, misalkan gardan, di kami Rp 3 juta sementara bengkel resmi bisa Rp 8-9 juta. Kalau barang tidak bisa dipakai, alasannya tidak cocok, bunyi, ada garansi dan itu bisa ditukar," ucapnya.

Silinder head Daihatsu Zebra di toko spare part mobil bekas Awang di Pasar Asem Reges, Jakarta Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia menambahkan, suku cadang yang dijual di tokonya mayoritas merupakan barang copotan dari Singapura maupun kendaraan lokal. Sebelum ditawarkan kepada konsumen, komponen tersebut terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan kondisinya masih layak digunakan.

"Mobil bekas tabrakan itu tidak bisa dibeli, udah kegerus 80 persen kandungan besinya, nggak layak pakai. Mungkin ada ya pedagang yang begitu, kami jaga kualitas dan kuantitas juga, nggak mungkin jualan barang asal-asalan," tutup Awang.