Retak di Pinggir Kaca Mobil Tak Bisa Diperbaiki, Ini Sebabnya

Retak kecil atau stone chip di kaca mobil bagian depan umumnya masih bisa diperbaiki lewat metode suntik resin. Namun, ada posisi retak menentukan bisa tidaknya perbaikan itu dilakukan, terutama jika lokasinya berada di bagian pinggir kaca mobil.
Kiki, pemilik Alpha Glass, menjelaskan bahwa keretakan kecil pada kaca depan mobil, baik berjenis star crack atau bull eye crack masih bisa diperbaiki selama tidak berada di area pinggir. Alasannya karena bagian pinggir kaca memiliki lapisan karet yang sulit ditembus cairan resin.
"Kaca depan mobil kebanyakan semua pinggiranya hitam, itu dinamakan creamic atau fritz. Tujuannya untuk melindungi lem atau sealent di bawahnya. Kalau retaknya dibagian itu nggak bisa disuntik karena cairannya akan tertahan," ujarnya saat ditemui kumparan di Kayuringin Jaya, Bekasi, belum lama ini.
Kondisi ini berbeda dengan retak yang muncul di area bening kaca, jauh dari lapisan fritz. Retak semacam itu masih punya peluang diperbaiki, dengan catatan ukurannya belum melebar menjadi garis panjang, maksimal 2 sentimeter.
Menurut Kiki, konsumen yang mendapati retak kaca depan tepat di pinggiran berwarna hitam disarankan langsung mempertimbangkan penggantian kaca.
"Kita sebenarnya bisa saja memperbaiki retakan yang sudah panjang, tapi hasilnya tidak akan benar-benar mulus. Daripada konsumen punya ekspektasi tinggi, lebih baik tidak di-repair karena bekas retaknya masih akan terlihat," tuturnya.
Untuk perbaikan kaca retak lewat metode suntik, Kiki memasang tarif Rp 350 ribu dengan waktu pengerjaan sekitar dua jam. Sementara, penggantian kaca depan sendiri dibanderol Rp 1 juta sampai Rp 7 juta tergantung pada jenis mobil.
"Pengalaman saya di dunia kaca mobil kurang lebih sudah sekitar 17 tahun. Kami pakai alat suntikan khusus, berbeda dengan yang dijual online, harus ikut sertifikasinya dulu sebelum menggunakan," lanjutnya.
Mengecek posisi retak sebelum memutuskan repair atau ganti kaca jadi langkah penting bagi konsumen. Kiki menyarankan konsumen mengirimkan foto kondisi kaca lebih dulu, agar bisa ditentukan area retak itu masuk kategori yang masih bisa diperbaiki atau harus langsung diganti.
