Suku Cadang Mobil Proton Ternyata Fleksibel, Bisa Kanibal Pakai Model Lain

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proton Satria Neo R3. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Proton Satria Neo R3. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Pemilik mobil Proton tidak selalu harus mencari suku cadang dengan label Proton saat kendaraannya membutuhkan penggantian komponen. Sejumlah onderdil ternyata bisa menggunakan komponen dari mobil merek lain yang tersedia di pasaran.

Kemal, pemilik Bengkel Proton Center Jatiasih, mengungkapkan bahwa banyaknya pilihan komponen substitusi menjadi salah satu alasan spare part Proton masih mudah ditemukan. Menurutnya, komponen yang digunakan pada mobil Proton cukup beragam dan sebagian punya kesamaan dengan kendaraan merek lain.

"Proton tuh sebenarnya nggak susah. Komponen aslinya itu sekitar 40 persen dari Malaysia, 30 persen dari Mitsubishi, 20 persen Suzuki, 10 persen mobil Eropa untuk rata-rata satu mobil Proton. Jadi gampang karena banyak substitusinya," buka Kemal kepada kumparan saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, Senin (31/8).

Ragam subsitusi spare part mobil Proton. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

Ia bilang, suku cadang Proton juga masih bisa diperoleh dari sejumlah toko di Jakarta. Selain membeli dari toko yang memang menyediakan komponen Proton, Kemal pun masih mendatangkan beberapa onderdil dari Malaysia sesuai kebutuhan.

Disampaikannya, komponen yang paling mudah ditemukan merupakan barang yang rutin diganti saat servis. Sementara itu, bagian bodi dan Electronic Control Unit (ECU) menjadi komponen yang paling sulit sebab harus impor langsung dari Negeri Jiran dan harganya dibanderol cukup tinggi.

"Stabilizer link bisa pakai Camry, boot steering rack ada dari Gran Max, seal kit dari Mitsubishi bisa, busi pakai punya Mazda, Suzuki, dan Avanza. Belum lagi barang aftermarket dari Thailand, Taiwan, dan Prancis," ungkapnya.

Untuk komponen yang harus didatangkan dari Malaysia, waktu tunggunya biasanya sekitar dua minggu hingga satu bulan. Pengiriman dapat dilakukan lebih cepat menggunakan jalur udara dengan biaya pengiriman yang menyesuaikan kantong konsumen.

Bengkel Proton Center Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan

"Perawatan Proton sama seperti mobil Jepang pada umumnya untuk spare part, bagian krusial tinggal subsitusi. Harga barang orisinal sama saja seperti merek lain, bahkan lebih murah, jadi jangan khawatir," tuturnya.

Kemal sendiri mulai berkecimpung di jaringan Proton Indonesia sejak tahun 2008. Selama empat tahun, ia bekerja sebagai mekanik di pabrik Proton yang berlokasi di Cikarang. Setelahnya, ia bergabung dalam layanan home service emergency 24 jam Proton sampai akhirnya membuka bengkel sendiri pada tahun 2017.

Bengkel Proton Center Jatiasih kini diperkuat tiga mekanik yang sebelumnya pernah bekerja di Proton, termasuk Kemal. Ketiganya menangani kebutuhan perawatan dan perbaikan berbagai model mobil Proton.