Vespa 2-tak Naik Daun, Suku Cadangnya Laris Manis

Vespa bermesin 2-tak ternyata digemari oleh berbagai kalangan usia. Motor yang identik dengan generasi lama ini kembali dilirik anak muda.
Fenomena tersebut dirasakan Yuliana, pemilik Ratu Motor yang sudah berjualan spare part Vespa selama sekitar 35 tahun di Jalan Kebon Jeruk Tiga (Bonjer Tiga), Jakarta Barat. Menurutnya, pelanggan muda kini justru cukup banyak datang untuk mencari komponen Vespa lawas.
"Anak-anak muda lebih banyak dibandingkan orang tua. Mereka biasanya modifikasi lagi, misalnya dari tromol Super dibuat ke PX atau Sprint, lalu pakai ban lebih besar," kata dia saat ditemui kumparan, Rabu (19/8).
Kebutuhan terhadap spare part Vespa klasik pun masih mendominasi penjualan di tokonya. Yuliana bilang, porsi komponen untuk Vespa matik hanya sekitar 10 persen, sedangkan sisanya masih didominasi model-model lawas.
Kondisi tersebut membuatnya tetap mempertahankan stok berbagai komponen Vespa jadul. Beberapa pelanggan bahkan datang untuk mencari onderdil yang sudah sulit ditemukan di tempat lain.
"(Vespa) matik barangnya sih mahal-mahal, di sini jarang laku. Itu kan nggak cepet rusak juga, masih motor terbaru. Lebih enak yang jadul-jadul lah, barangnya nggak mati di sini," ungkapnya.
Menurut Yuliana, karakter Vespa 2-tak yang tidak banyak berubah menjadi salah satu alasan dirinya tetap fokus menjual suku cadang model tersebut. Komponennya pun lebih mudah dipelajari dibandingkan Vespa Matik yang modelnya terus diperbarui.
Selain mencari spare part, pelanggan yang baru mulai bermain Vespa lawas sering bertanya mengenai komponen yang sesuai dengan motor mereka. Pengalaman selama puluhan tahun membuat Yuliana ikut memberikan arahan kepada konsumen.
"Kalau ada yang baru main Vespa, kita kasih tahu juga. Misalnya untuk Super pakai kabel yang ini, untuk tipe lain beda lagi. Jadi saya arahkan supaya mereka tidak salah beli," tuturnya.
Kehadiran anak muda yang kembali menggemari Vespa lawas membuat onderdil model tersebut tetap bertahan, terutama sejak regulasi terkait emisi kendaraan tidak lagi diperketat. Bagi Yuliana, kondisi ini menjadi alasan untuk terus mempertahankan bisnis yang sudah dijalankannya sejak puluhan tahun.
