Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Penyuluhan Pupuk Organik Cair (Eco-Enzyme) dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cair
27 Februari 2025 10:12 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Alya Nurul Izzati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Pada tanggal 11 Januari 2025, telah dilaksanakan pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa/i Universitas Lampung mengenai penyuluhan pupuk organik cair (Eco-Enzyme) dan pelatihan pembuatan sabun di Kampung Terbanggi Ilir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai pemanfaatan limbah dapur yang seringkali dibuang begitu saja menjadi produk bermanfaat, seperti sebagai bahan pupuk organik cair, sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Pelatihan ini juga memberikan edukasi tentang cara membuat sabun cuci piring yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
Acara yang diselenggarakan di Kantor Kampung Terbanggi Ilir ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk perangkat kampung, Ibu-ibu PKK, serta kelompok tani yang aktif dalam kegiatan lingkungan dan sosial. Alya Nurul Izzati, sebagai penanggung jawab. Penyuluhan eco-enzyme dibuka dengan pemaparan tentang konsep eco-enzyme dan manfaatnya. Hal ini disampaikan oleh Ibu Devi Nur Annisa, M.Si., dan Ibu Annisa Ananda, M.Si., selaku narasumber dari Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung.
Pemaparan materi dimulai dari proses fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran dengan gula dan air untuk menghasilkan cairan yang banyak manfaat, hingga pemanfaatannya sebagai pupuk organik pada bidang pertanian. Eco-enzyme juga dapat digunakan sebagai pembersih serbaguna dan bahkan untuk kesehatan. Oleh karena itu, pembuatan eco-enzyme merupakan solusi yang sederhana namun efektif dalam mengurangi sampah organik dan menjaga lingkungan.
ADVERTISEMENT
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktek pembuatan sabun cuci piring. Praktik ini diwakili oleh Ibu Dr. Nurhasanah, M.Si., dan Hapin Afriyani, M.Si., selaku pemateri dan dibantu oleh mahasiswa untuk menunjukkan langkah demi langkah proses pembuatan sabun. Mulai dari pencampuran bahan hingga pengemasan ke dalam botol. Bahan-bahan yang digunakan adalah texapon, larutan garam (NaCl), air, pewarna alami, Sodium Lauril Sulfat (SLS), dan pewangi. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan pembuatan sabun ini. Ibu-Ibu PKK dan perangkat desa dengan semangat berpartisipasi dalam praktik dan dengan aktif bertanya tentang berbagai aspek pembuatan sabun. Tak hanya dosen dan mahasiswa, Ibu-ibu PKK dan perangkat kampung pun turut mencoba langsung membuat sabun cuci piring ini.
ADVERTISEMENT
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, dimana para peserta bebas mengajukan pertanyaan terkait topik yang telah disampaikan. Kegiatan ini berhasil menciptakan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah organik dan memberikan alternatif solusi yang praktis dan ramah lingkungan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga yang telah berpartisipasi dapat mempraktikkan pembuatan eco-enzyme dan sabun cuci piring di rumah. Mereka juga diharapkan dapat menjadi agen penggerak dalam menyebarkan pengetahuan tentang pemanfaatan limbah organik dan gaya hidup ramah lingkungan kepada masyarakat sekitar.
Program KKN ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan kreativitas, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, dengan adanya penyuluhan dan pelatihan seperti ini, masyarakat Kampung Terbanggi Ilir dapat lebih mandiri dalam mengelola sumber daya yang ada di sekitar mereka secara berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga melalui produk sabun yang dapat dipasarkan.
ADVERTISEMENT