Berdamai dengan Diri Sendiri: Perasaan Negatif dalam Diri

Mahasiswi S1 Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Konten dari Pengguna
3 Desember 2022 5:49
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Alya Syakira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: https://www.pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: https://www.pexels.com
ADVERTISEMENT
Pernah mengalami tidak ada kejadian yang membuat Anda marah atau sedih sekali? Lalu orang mengatakan, "Sudah tidak perlu sedih, nanti juga lewat" atau orang mengatakan ke Anda, "Tenang saja tidak perlu dikhawatirkan". Padahal semakin Anda usaha buat melawan emosi negatif yang Anda rasakan, emosi-emosi itu makin menjadi-jadi. Ketika Anda sedih, semakin Anda melawan kesedihan dan bilang diri Anda untuk tidak sedih, perasaan sedih itu malah semakin kuat. Hal itu juga terjadi ketika kita sedang cemas atau overthinking. Semakin memerintah kepala kita untuk tidak overthinking, semakin kepikiran.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, banyak dari kita untuk memilih bersenang-senang, seperti mencari pelarian untuk diri sendiri dengan tidur, makan yang banyak, merokok, main dengan teman, dan lain sebagainya. Intinya pelarian agar kita dapat happy kembali atau kita tidak sedih. Namun, semua cara yang dilakukan itu tidak berhasil membuat emosi negatif kita hilang. Setelah aktivitas yang kita lakukan ternyata perasaannya tetap sama saja. Entah itu sedih, kesal, marah, atau cemas.
Well, jika Anda pernah merasakan posisi tersebut dan merasa mirip itu memang hal yang wajar sekali dan dialami oleh banyak orang. Namun, mungkin memang cara penanganan dari banyak orang juga kurang tepat. Banyak dari kita ketika mengalami emosi negatif, emosinya tidak diterima atau langsung mencoba mencari pelarian supaya tidak merasakan emosi tersebut. Padahal emosi itu sebenarnya tidak dapat dilawan. Semakin dilawan, emosi akan semakin kuat. Lalu cara terbaik untuk menangani emosi negatif adalah bukan dengan melawan atau menghilangkan. Justru dengan sebaliknya, yaitu dengan disadari dan diterima.
ADVERTISEMENT
Nah, di sini saya memberi tahu agar Anda dapat menerima semua emosi negatif yang dirasakan dan menjelaskan cara untuk menerima emosi negatif serta manfaat yang Anda dapatkan.

Apa yang dimaksud dari Menerima Emosi?

Sebenarnya menerima emosi sederhana kalau Anda menyadari dan mengakui ke diri Anda sendiri bahwa Anda sedang merasakan emosi, seperti marah, sedih, malu, takut, dan sebagainya. Setelah Anda menyadarinya biarkan saja dan terima emosi tersebut datang. Menerima di sini maksudnya adalah Anda tidak berusaha untuk melawan atau menghilangkan emosi yang Anda rasakan. Maka tidak ada dipikiran Anda, "Ah! aku tidak boleh sedih" atau "Ah! aku tidak boleh cemas". Emosi yang menggambarkan perasaan cemas, sedih, kaget, dan senang merupakan emosi yang umum (Heider, 1990).
ADVERTISEMENT
Jadi, diterima saja. Contohnya, teman kelompok kita bikin kesal, karena ia tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Ketika kita kesal kita tidak, seperti "Ah! aku tidak boleh kesal" atau "Aku harus fokus pekerjaanku, tidak boleh kesal". Namun, jika kita menerima emosinya, kita sadar bahwa kita sedang kesal dan tahu mengapa kesal. Tidak melawan emosi tersebut.

Mengapa Harus Menerima Emosi? Boleh Tidak Jika Mencoba, Menahan, atau Mengontrol Emosi?

Emosi itu penting untuk diterima karena emosi itu otomatis dan tidak dapat untuk kita kontrol. Jadi, semua usaha Anda untuk mencoba mengontrol sesuatu yang tidak dapat dikontrol itu akan buat semakin stres.
Emosi merupakan reaksi diri sendiri terhadap kejadian-kejadian tertentu dan reaksi ini ditimbulkan oleh hormon-hormon diotak dan pada dasarnya hormon-hormon tidak dapat kita kontrol. Misalnya, sekarang Anda sedang happy, saya memerintah Anda untuk sedih, kaget, dan senang sekarang juga. Apakah Anda dapat melakukannya? Tidak.
ADVERTISEMENT
Mengontrol dan menahan emosi itu sulit, bahkan mungkin tidak dapat dilakukan begitu saja dan ini sama seperti dengan diri Anda. Jika Anda mencoba diri Anda untuk tidak cemas, sedih, overthinking, dan sebagainya ini sulit karena emosi itu otomatis terjadi dalam otak Anda, tidak dapat dikontrol. Bahkan ketika Anda mencoba untuk mengontrol emosi itu efeknya kontradiktif. Maksudnya bagaimana? Ketika Anda sedih dan Anda bilang ke diri sendiri untuk tidak sedih, biasanya Anda semakin menangis. Mengapa? Karena emosi bersifat otomatis dan tidak dapat dikontrol. Mencoba mengontrol sesuatu yang tidak dapat kita kontrol itu hanya akan membuat stres. Jadi, solusinya diterima dan dinikmati. Ketika Anda mencoba solusi ini, Anda dapat memanfaatkan emosi yang Anda rasakan untuk berkarya. Misalnya, jika Anda sedang merasa sedih, Anda dapat menikmati kesedihannya dan membuat cerita pendek terkait emosi yang Anda rasakan. Jadi, sebenarnya emosi itu tidak usah dilawan, cukup diterima saja.
ADVERTISEMENT

Bagaimana Cara Agar Dapat Menerima Emosi?

Pertama, Anda coba menyadari kapan berusaha untuk menyingkirkan atau menghindarkan emosi tertentu. Bagaimana caranya? Anda dapat memperhatikan sensasi apa saja yang dirasakan. Misalnya, jika Anda sedang sedih, Anda merasa tidak boleh sedih. Nah, coba Anda menyadari saja ketika diri Anda sedang merasakan dan coba meminimalisir hal itu.
Kedua, coba mengubah persepsi Anda terhadap emosi. Ingat! Bahwa tidak ada emosi yang bagus atau jelek. Emosi negatif bukan berarti jelek. Coba meminimalisir pikiran bahwa emosi negatif itu 'buruk' atau 'ganggu' atau 'tidak nyaman'. Ingat! Bahwa emosi negatif hanyalah reaksi kimia yang terjadi diotak yang membuat diri sendiri merasakan hal tertentu. Dengan menyadari bahwa setiap emosi netral, dapat sadar dengan emosi yang dirasakan dan Anda menjadi tidak menjudge jelek diri Anda sendiri karena merasakan emosi-emosi tertentu. Selain itu, tentu ini membuat menjadi lebih tenang.
ADVERTISEMENT
Ketiga, sadar bahwa emosi itu muncul sementara. Ingat! Emosi itu muncul sebentar lalu hilang atau berganti kembali. Jadi, jangan mencoba untuk segera dihilangkan, cukup dirasakan, dan diterima saja karena emosinya akan pergi atau mungkin balik kembali. Balik kembali ke yang tadi, emosi itu hanyalah reaksi kimia yang terjadi diotak yang nanti ketika Anda mengalami pengalaman lain, reaksinya akan berubah secara otomatis.
Jadi, santai saja! Nikmati emosi yang Anda rasakan, tidak usah dilawan, dan manfaatkan emosi Anda untuk hal-hal yang berguna untuk Anda. Emosi apa pun yang dirasakan, let it flow! Tidak perlu diubah, dibuang, dan dihindarkan.
Sumber Referensi:
Nandy. (2020). Pengertian Emosi, Macam-Macam Emosi, dan Emosi Positif Negatif. Diperoleh 1 Desember 2022, dari https://www.gramedia.com/best-seller/pengertian-emosi/
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020