Sinergi Mahasiswa KKN UPGRIS dalam Kerja Bakti Perbaikan Jalan RW 11 Leyangan

KKN 09 Leyangan Universitas PGRI Semarang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKN 09 Leyangan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) turut ambil bagian dalam kegiatan kerja bakti perbaikan jalan berlubang di RW 11 Perumnas Bukit Leyangan Damai, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 22 Februari 2026, sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus respons terhadap kondisi infrastruktur lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.
Kerja bakti merupakan tradisi gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan ini, warga secara bersama-sama memperbaiki fasilitas umum demi kepentingan bersama. Dalam konteks KKN, keterlibatan mahasiswa tidak hanya sebatas membantu tenaga, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan, mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan kepedulian terhadap permasalahan lingkungan sekitar.
Perbaikan dilakukan pada ruas jalan lingkungan yang mengalami kerusakan berupa lubang di beberapa titik. Kondisi tersebut menghambat mobilitas warga, terutama anak-anak yang berangkat sekolah serta pengguna kendaraan roda dua. Jalan yang berlubang dinilai berisiko menimbulkan kecelakaan ringan maupun kerusakan kendaraan apabila tidak segera diperbaiki.
Proses pelaksanaan diawali dengan pembersihan area jalan dari kerikil dan material lepas. Selanjutnya, mahasiswa dan warga meratakan permukaan tanah serta menambahkan material berupa batu dan pasir untuk memperkuat struktur jalan. Kegiatan dilakukan secara swadaya dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan setempat. Kebersamaan antara mahasiswa dan warga terlihat dari pembagian tugas yang terkoordinasi, mulai dari pengangkutan material hingga proses penimbunan dan perataan lubang jalan.
Salah satu mahasiswa KKN UPGRIS, Hildan Firman, menyampaikan bahwa partisipasi dalam kerja bakti ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga tentang arti kolaborasi dan kepedulian.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Perbaikan jalan ini mungkin terlihat sederhana, namun dampaknya langsung dirasakan warga. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa pengabdian tidak selalu harus dalam skala besar, tetapi bisa dimulai dari aksi nyata yang menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat,” ujarnya.
Ketua RT 02 RW 11, Bapak Tugino, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan energi positif dan semangat baru bagi warga dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.
“Kami merasa terbantu dengan keikutsertaan mahasiswa KKN. Pekerjaan menjadi lebih cepat selesai karena dilakukan bersama-sama. Saya melihat semangat gotong royong semakin kuat ketika mahasiswa dan warga saling bekerja sama. Ini contoh yang baik bagi generasi muda,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RW 11, Bapak Sigit Parmanto, menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan lingkungan. Ia berharap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin pada program-program berikutnya.
“Keterlibatan mahasiswa KKN sangat kami apresiasi. Selain membantu perbaikan jalan, mereka juga membangun kedekatan sosial dengan warga. Harapan kami, kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga setiap permasalahan lingkungan dapat diselesaikan secara bersama dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan kerja bakti ini tidak hanya berdampak pada perbaikan fisik jalan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial. Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung tentang dinamika kehidupan bermasyarakat, sementara warga merasakan manfaat konkret dari kolaborasi tersebut.
Dengan selesainya perbaikan, kondisi jalan di RW 11 kini lebih rata dan nyaman dilalui. Warga dapat beraktivitas dengan lebih aman tanpa khawatir tergelincir atau terperosok ke dalam lubang saat melintas. Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong tetap relevan dalam menjawab tantangan pembangunan di tingkat lingkungan.
Ke depan, diharapkan semangat kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat terus terpelihara. Kerja bakti ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan simbol persatuan dan kepedulian sosial. Melalui langkah sederhana namun bermakna, mahasiswa KKN UPGRIS bersama warga RW 11 telah menunjukkan bahwa kebersamaan adalah fondasi utama dalam membangun lingkungan yang lebih baik, aman, dan berdaya guna bagi seluruh masyarakat.
