Mahasiswa KKN-T Upgris 2020 Ajak Siswa SDN 3 Mrisi Berkreatifitas Mengayam
Tulisan dari Ameliaa Septya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pandemi Covid-19 melanda dunia sudah lebih dari enam bulan terakhir ini berdampak terhadap perubahan aktifitas belajar mengajar. Tak kecuali di negeri ini, sejak pandemi aktifitas pembelajaran di sekolah di ganti dengan daring (dalam jarigan ) atau online menjadi sebuah pilihan untuk mencegah penyebaran virus corona dan berjarak di tempat tinggal masing-masing. Adapun kegiatan sekarang di lakukan dengan Luring dengan cara guru berunjung ke rumah siswa agar siswa tidak tertinggal pembelajaran.
Badan Penanggulangan Bencana (BNBP), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), serta Kementrian Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan program KKN-Tematik bertema Covid-19 dan Literasi dan Numerasi.
Mahaisiswa semester 7 program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Semarang, Nur Amalia Septi Asih adalah salah satu mahasiswi yang melaksanakan KKN-Tematik dengan tema Literasi dan Numerasi di SD Negeri 3 Mrisi, Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan
Pendampingan belajar bertemakan belajar mengayam merupakan salah satu kreatifitas yang menjadi kegiatan mahasiswa KKN-T Upgris 2020 di SD Negeri Mrisi Kec. Tanggungharjo Kab. Grobogan.Program ini dilakukan dengan metode luring perkelompok dengan bergantian jam masuk dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengajar siswa yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Dari program tersebut mahasiswa berharap agar siswa tidak merasa bosan dan berharap dapat menumbuhkan semangat siswa dalam belajar. Pembelajaran mengayam sebagai pembelajaran untuk mengasah kemampuan motorik halus anak karena menggunakan tangan dan jari-jari.
“Kerajinan mengayam menurut saya dapat menumbuhkan semangat belajar siswa karena pada masa pandemi ini siswa hanya di suguhkan tugas kemudian di kumpulkan ke sekolah. Hal ini merupakan hal baru yang saya kenalkan kepada siswa yaitu dengan mengenalkan kreatifitas belajar mengayam.” tutur Nur Amalia Septi Asih. ( Mahasiswa KKNT Upgris )
Mahasiswi Bimbingan Henry Januar Saputra, S.Pd, M.Pd ini memiliki berbagai program kerja dalam melaksanakan KKNT. Salah satunya adalah mengajak siswa untuk tetap aktif, kreatif, melatih logika anak dan melatih berkonsentrasi melalui keterampilan belajar mengayam.
Kegiatan keterampilan mengayam merupakan salah satu kerajinan khas yang di miliki bangsa Indonesia. Kerajinan anyaman merupakan kerajinan tradisionan yan saat ini masih di tekuni oleh masyarakat desa mrisi antara lain hasil karyanya yaitu tas, besek, bakul dan masih banyak lainnya. Kerajinan ini saya angkat karena banyak anak-anak yang sudah melupakan kerajinan tradisional ini Adapun teknik yang di gunakan untuk mengajarkan anak yaitu teknik dasar anyaman tunggal. Anak di minta untuk menyusun kertas yang sudah di sediakan ,mengangkat kertas yang harus di angkat dan kertas yang harus tidak di angkat, dan untuk menarik minat siswa kertas yang saya sediakan berbeda warna.
Kegiatan KKN-T yang di lakukan mendapat respon positifdari guru kelas 2 SD Negeri 3 Mrisi Nopi Dwi Kusdianto, S.Pd. “ Karena banyak siswa yang merasa bosan dengan PJJ dan biasanya siswa hanya belajar tentang pengetahuan dan minim keterapilan, dengan adanya program keterampilan ini sangat membantu siswa dalam melatih kreatifitas, melatih logika serta konsentrasi dan mengembangkan keterampilan kerajinan tradisional yang hampir ditinggalkan selama berlangsungnya PJJ dimasa Pandemi ini” tutur Nopi Dwi Kusdianto, S.Pd (Guru Kelas 2 SD Negeri 3 Mrisi).
Respon serupa juga di berikan kepada siswa kelas 2 yang mengatakan jika dari kegiatan keterampilan ini siswa merasa senang, kebosanananya hilang,dan siswa juga senang bisa mengenal hal baru.

