Konten dari Pengguna

"Pesan Bhinneka Dari Purwakarta"

Aming Soedrajat

Aming Soedrajat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aming Soedrajat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Pesan Bhinneka Dari Purwakarta"
zoom-in-whitePerbesar

Hati siapa yang tidak bergetar, ketika melihat indahnya kebersamaan antar umat beragama, antar suku dan budaya, jalan berdampingan penuh kasih sayang.

Saya sendiri yang masih belajar mencintai negeri ini, yang belum bisa mencintai negeri ini seperti orang lain ada haru dan emosi yang keluar.

Ketika ada yang mengatakan sunda anti Pancasila, hati saya rasanya hancur dan remuk dengan pernyataan tersebut.

Silih asah, silih asih, silih asuh, deudeuhan, welasan, asihan. Apakah itu bukan ajaran pancasila? Itu adalah ajaran Pancasila, ajaran kasih sayang.

"Pesan Bhinneka Dari Purwakarta" (1)
zoom-in-whitePerbesar

Di Purwakarta, pancasila itu bukanlah kata tanpa makna. Pancasila itu adalah ideologi harga mati, pancasila itu jalan hidup bangsa yang di junjung tinggi.

Tawa, canda, kasih-sayang yang tulus tanpa ada batas antar yang memisahkan, semua menjadi satu dalam bingkai Kebhinekaan.

Tuhan, keragamana negeri ini sangat indah. Saya belum bisa membayangkan bagaimana keindahan ini menjadi seragam.

Kita berbeda karena dilahirkan oleh alam yang berbeda. Kita lahir tidak dalam keadaan sama. Tinggi-pendek, kiri-kanan adalah perbedaan yang menjadi pasangan kita.

Tuhan, engkau telah lahirkan bangsa yang beragam ini, kami akan terus menjaganya, kami akan terus merawatnya, walaupun badai besar menghantam dan komitmen kami.

Kang Dedi Mulyadi, bagi saya engkau adalah teladan. Patriot pancasila sejati di tanah Pasundan.