Konten dari Pengguna

Etika Menghadiri Buka Puasa Bersama

Amirah Husna Fairuz

Amirah Husna Fairuz

Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Amirah Husna Fairuz tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi suasana berbuka puasa bersama kerabat. Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi suasana berbuka puasa bersama kerabat. Foto: shutterstock

Bulan Ramadhan telah tiba, maka tiba juga kesempatan bersilaturahmi berbalut acara buka puasa bersama dengan orang-orang yang kita kenal. Entah itu kawan sekolah dulu, sahabat dari kampung halaman, atau rekan kerja.

Buka puasa bersama atau biasa disingkat sebagai bukber, tak hanya mempererat tali persaudaraan, namun bisa juga memperburuk hubungan yang kita jalin. Hal ini bisa saja terjadi ketika kita tidak memperhatikan etika dalam bersosialisasi.

Meski etika dalam bersosialisasi ini dianggap sebagai sesuatu yang sudah seharusnya orang tahu, tapi tak jarang juga orang melupakannya, baik itu sengaja maupun tidak disengaja. Berikut ini etika-etika yang harus kamu ketahui dan implementasikan agar acara bukber yang kamu hadiri bisa menjadi acara yang menyenangkan.

1. Konfirmasi Kedatanganmu

Pada setiap acara bukber, biasanya dibutuhkan informasi jumlah orang yang akan hadir. Informasi tersebut berguna bagi tuan rumah atau pelaksana bukber untuk menyesuaikan jumlah makanan yang disediakan maupun jumlah kursi yang harus ditata. Beritahu mereka bahwa kamu akan hadir di acara tersebut, bisa via telepon atau via chat, setidaknya dua hari sebelum jadwal bukber. Dengan mengonfirmasi kedatangan, maka akan lebih mudah bagi mereka untuk mempersiapkan kebutuhan acara bukber. Selain itu, kamu juga dapat menghindari pengalaman buruk seperti tidak kebagian jatah makanan.

2. Datang Lebih Awal

Dalam menghadiri acara bukber, datang pada waktu yang berdempetan dengan waktu berbuka bisa dianggap tidak sopan. Sikap seperti itu bisa menggambarkan bahwa kamu datang benar-benar hanya untuk makan saja. Datanglah lebih awal setidaknya 45 menit sebelum acara dimulai. Kamu bisa membantu tuan rumah atau pelaksana mempersiapkan acara, merapikan meja, kursi, atau menata alat makan. Dengan begitu hubunganmu dengan tuan rumah atau pelaksana akan lebih erat dan kamu tidak perlu buru-buru berbuka puasa.

3. Makan Dengan Rapi

Ketika waktu berbuka telah tiba, tidak perlu terburu-buru memakan hidangan yang tersedia. Kamu memiliki banyak waktu untuk menghabiskannya. Mulailah dengan berdoa dengan tenang, kemudian ambil makanan secukupnya. Mungkin kamu merasa sangat lapar dan ingin memakan semuanya dengan cepat. Namun percayalah, perasaan itu hanya datang sebentar saja. Tetap utamakan tata krama dalam menyantap makanan. Makan makananmu dengan perlahan-lahan, jangan berbicara saat makanan masih di dalam mulut, dan letakkan piring kotor pada tempatnya. Sikap seperti ini akan sangat membantu menjaga suasana bukber.

4. Jangan Bahas Topik Sensitif

"Wih, ke sini naik apa, nih? Motor atau mobil?"

"Kamu katanya habis putus ya? Kok bisa, sih?"

"Gajimu sebulan berapa?"

Keutamaan dari acara bukber ialah untuk bersilaturahmi dan bertegur sapa. Menanyakan kabar memanglah hal yang lumrah dalam acara seperti ini. Meski begitu, kita harus tetap hati-hati memilih topik obrolan. Topik seperti jabatan, gaji, harta atau status seseorang akan menimbulkan reaksi canggung yang kurang menyenangkan. Usahakan untuk menghindari topik sensitif tersebut, meski kamu penasaran sekali pun. Pilihlah topik-topik netral seperti kabar terbaru, hobi, makanan kesukaan, film, atau rekomendasi musik. Bagi kamu yang menghadiri bukber sekaligus reuni sekolah, bisa juga membahas guru favorit atau pengalaman lucu masa sekolah dulu.

5. Jangan Langsung Pulang

Jika bukber yang kamu hadiri dilaksanakan di rumah seseorang, maka akan sangat bijak jika kamu tidak langsung pulang dan bantu tuan rumah untuk membereskan acara. Meski tuan rumah terlihat senang menjamu para tamu, namun mereka akan sangat mengapresiasi bantuanmu. Kamu bisa mengumpulkan piring-piring kotor atau sekadar merapikan meja dan kursi. Sebelum pulang ucapkanlah terima kasih kepada tuan rumah, hargai usaha yang telah mereka lakukan. Ini juga bisa jadi kesempatanmu untuk mempertahankan hubungan yang baik.

Nah, itulah etika-etika dasar yang harus diingat dan diimplementasikan ketika menghadiri acara buka puasa bersama. Mudah, bukan? Semoga tulisan ini dapat membantu.