Apa Arti Curah Hujan 1 mm dan Mengapa Kita Perlu Memahaminya?

Dosen Teknik Sipil, Universitas Internasional Batam
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ade Jaya Saputra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Curah hujan 1 mm mungkin terdengar seperti jumlah air yang sangat sedikit. Namun, angka tersebut akan lebih mudah dipahami jika dihubungkan dengan luas permukaan yang menerima hujan. Pada setiap satu meter persegi, hujan setinggi 1 mm setara dengan satu liter air. Ketika wilayahnya meluas, volume airnya pun bertambah.

Satu milimeter setara dengan satu liter per meter persegi
Hujan 1 mm berarti air hujan membentuk lapisan setinggi 1 milimeter jika tertampung merata pada bidang datar seluas 1 meter persegi, dengan asumsi air tidak meresap, menguap, atau mengalir keluar. Bayangkan sebuah wadah datar berukuran 1 meter × 1 meter. Jika air hujan di dalamnya mencapai tinggi 1 mm, volume air yang tertampung adalah 1 liter. Jadi, angka 1 mm menunjukkan tinggi lapisan air, bukan ukuran tetes hujan.
Volume air = kedalaman hujan × luas permukaan
1 mm × 1 m² = 0,001 m × 1 m² = 0,001 m³ = 1 liter
Artinya, hujan 1 mm yang merata pada lahan seluas satu hektare atau 10.000 m² menghasilkan volume hujan 10.000 liter, setara dengan 10 m³. Kedalaman hujannya tetap sama; volume bertambah karena luas daerah penerimanya lebih besar.
Bagaimana Curah Hujan Diukur
Curah hujan diukur menggunakan penakar hujan. Pada alat manual bercorong, air masuk melalui bukaan dengan luas tertentu, lalu ditampung dan diukur. Kedalaman hujan diperoleh dari volume air dibagi luas bukaan penangkapnya. Skala atau gelas ukur khusus dapat mengubah hasil tersebut langsung menjadi milimeter hujan.
Karena luas corong dan tabung pengukur dapat berbeda, kenaikan air 1 mm di dalam sembarang tabung belum tentu berarti curah hujan 1 mm. National Weather Service mencontohkan penakar yang memperbesar tinggi air pada tabung pengukur agar hujan yang sedikit lebih mudah dibaca. Pemasangan juga harus menghindari penghalang dan percikan yang dapat mengganggu hasil.
Jumlah Hujan Berbeda dengan Intensitas Hujan
Informasi hujan perlu disertai rentang waktu. Hujan 10 mm selama satu jam memiliki intensitas rata-rata 10 mm/jam. Jika jumlah yang sama turun selama lima jam, intensitas rata-ratanya menjadi 2 mm/jam. Total airnya sama untuk luas yang sama, tetapi laju kedatangannya berbeda.
Intensitas rata-rata = jumlah hujan / lama hujan
Perbedaan ini penting ketika menilai kemampuan saluran mengalirkan air. Total hujan saja belum menunjukkan kapan aliran terbesar terjadi. Kondisi tanah, tutupan lahan, kemiringan, dan jaringan drainase turut memengaruhi pergerakan air. Menurut USGS, sebagian hujan meresap, sedangkan sebagian lainnya menjadi aliran permukaan.
Angka Kecil yang Berguna untuk Banyak Keputusan
Data hujan membantu perencanaan drainase, penilaian potensi banjir, pengaturan irigasi, dan pengelolaan waduk. Untuk penggunaannya, perhatikan jumlah, waktu, lokasi, serta kondisi wilayah. Hujan 1 mm tidak berarti genangan di jalan akan setinggi 1 mm, sebab air dapat mengalir masuk dari tempat lain atau keluar melalui saluran. Memahami satuannya membantu kita membaca informasi cuaca dengan lebih tepat.
Rujukan
1. BMKG. Buletin Hujan Bulanan, Juli 2019, bagian “Curah Hujan”, hlm. 22.
2. National Weather Service. Setting Up Your Gauge.
3. BMKG NTT. Buletin Oktober 2019, pembahasan curah dan intensitas hujan.
4. USGS. Infiltration and the Water Cycle.
