Konten dari Pengguna

Makan Receh dan Tantangan Mempertahankan Daya Tarik Program Kuliner

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Septiyan Fahmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi program kuliner televisi dengan konsep seperti Makan Receh. Foto: Dibuat menggunakan AI (ChatGPT/OpenAI), 2026.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi program kuliner televisi dengan konsep seperti Makan Receh. Foto: Dibuat menggunakan AI (ChatGPT/OpenAI), 2026.

Program televisi tidak hanya membutuhkan konsep yang menarik, tetapi juga perlu mampu mempertahankan daya tariknya ketika ditayangkan secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi tantangan bagi berbagai program televisi, termasuk program yang mengangkat tema kuliner.

Salah satu program yang menarik untuk dilihat dari sisi tersebut adalah Makan Receh yang tayang di TRANS7. Program ini mengajak penonton menjelajahi berbagai makanan dan tempat kuliner. Berbagai episode Makan Receh yang tersedia di kanal resmi TRANS7 juga menunjukkan tema kuliner yang beragam, seperti “Jajanan Laris Manis” dan “Jalan-Jalan Makan”.

Konsep tersebut membuat Makan Receh memiliki identitas yang mudah dikenali. Namun, di balik konsep yang sederhana tersebut terdapat tantangan yang perlu diperhatikan, yaitu bagaimana mempertahankan variasi program ketika konsep utamanya tetap sama.

Ketika Makanan dan Lokasi Terus Berganti

Sebagai program kuliner, Makan Receh memiliki banyak pilihan objek untuk ditampilkan. Makanan, tempat makan, dan daerah yang dikunjungi dapat terus berubah sehingga materi program sebenarnya cukup luas.

Namun, pergantian makanan dan lokasi belum tentu membuat pengalaman menonton menjadi sepenuhnya berbeda. Jika pola penyajiannya tetap sama, misalnya mengunjungi tempat makan, memperkenalkan makanan, mencicipinya, kemudian memberikan tanggapan, maka terdapat kemungkinan pola tersebut terasa berulang dari satu episode ke episode lainnya.

Persoalannya bukan berarti konsep tersebut salah. Justru pola yang konsisten diperlukan agar identitas sebuah program tetap jelas. Tantangannya adalah bagaimana pola tersebut dapat terus dikembangkan tanpa kehilangan karakter utama Makan Receh sebagai program kuliner.

Dengan demikian, masalah yang dapat dilihat dari Makan Receh bukan mengenai kurangnya makanan yang dapat dieksplorasi, melainkan bagaimana membuat setiap episode mempunyai pengalaman yang berbeda meskipun berada dalam konsep yang sama.

Mengapa Variasi Menjadi Penting?

Sebuah program yang ditayangkan secara rutin membutuhkan konsep yang memiliki ruang untuk berkembang. Makan Receh memiliki keuntungan karena dunia kuliner menyediakan banyak pilihan cerita. Mulai dari makanan tradisional, jajanan kaki lima, makanan yang sedang dikenal masyarakat, hingga tempat makan dengan cerita yang menarik.

Namun, banyaknya pilihan tersebut perlu diikuti dengan cara penyajian yang beragam. Jika hanya objeknya yang berubah, sementara pola cerita dan aktivitasnya relatif sama, variasi program menjadi terbatas pada apa yang sedang dimakan dan lokasi yang dikunjungi.

Karena itu, pengembangan format menjadi penting. Makan Receh dapat mempertahankan konsep kulinernya, tetapi memberikan pengalaman yang berbeda melalui tema atau aktivitas yang berbeda pada setiap episode.

Solusi: Membuat Setiap Episode Memiliki Cerita

Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah memperkuat variasi tema dalam setiap episode. Misalnya, program dapat membuat episode khusus yang berfokus pada makanan dengan harga tertentu, kuliner legendaris, makanan tradisional yang mulai jarang dikenal, atau makanan yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

Selain itu, unsur tantangan juga dapat digunakan. Pembawa acara misalnya diberikan batas anggaran untuk mencari makanan, diminta membandingkan beberapa makanan sejenis, atau mencari makanan berdasarkan petunjuk tertentu.

Dengan adanya tantangan, kegiatan mencicipi makanan tidak lagi menjadi satu-satunya aktivitas utama. Makanan dapat menjadi bagian dari sebuah cerita yang membuat penonton mengikuti prosesnya dari awal sampai akhir.

Cerita di balik makanan juga dapat diperkuat. Ketika mengunjungi sebuah tempat makan, program tidak hanya menunjukkan makanan yang disajikan, tetapi juga dapat memperkenalkan pemilik usaha, proses pembuatan makanan, sejarah makanan, atau alasan sebuah tempat kuliner menjadi menarik untuk dikunjungi.

Cara tersebut membuat konten kuliner tidak hanya memberikan informasi mengenai makanan, tetapi juga menghadirkan cerita yang berbeda pada setiap episode.

Mempertahankan Identitas Tanpa Menjadi Monoton

Makan Receh tidak harus mengubah konsep utamanya untuk menghadapi tantangan tersebut. Identitas sebagai program kuliner justru menjadi kekuatan yang perlu dipertahankan.

Yang perlu dikembangkan adalah cara menyajikannya. Variasi tema, tantangan, cerita, dan interaksi dapat membuat satu episode memiliki karakter yang berbeda dari episode lainnya.

Dengan begitu, pergantian makanan dan lokasi tidak menjadi satu-satunya sumber variasi. Setiap episode dapat memiliki alasan tersendiri untuk diikuti karena menawarkan cerita dan pengalaman yang berbeda.

Pada akhirnya, tantangan sebuah program televisi bukan hanya bagaimana menciptakan konsep yang menarik, tetapi juga bagaimana mengembangkan konsep tersebut agar dapat terus digunakan tanpa kehilangan daya tariknya. Makan Receh memiliki ruang yang cukup luas untuk melakukan pengembangan tersebut karena dunia kuliner menyediakan banyak objek dan cerita yang dapat diolah menjadi konten.

Mempertahankan identitas sebagai program kuliner sekaligus memperkaya cara penyajiannya dapat menjadi salah satu langkah agar Makan Receh tetap memiliki variasi dalam setiap episode.