Konten dari Pengguna

Mahasiswa UM BBM Semeru Team Rancang Mesin Pengolah Sampah Organik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anggun Diva tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada 3 Juli 2026, mahasiswa Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Semeru Team berhasil mengembangkan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah sampah organik dan mesin fermentasi sebagai solusi pengelolaan limbah di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kedua mesin tersebut merupakan hasil rancang bangun mahasiswa yang dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair (POC) dan pupuk organik padat yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Pengembangan teknologi ini didasarkan pada permasalahan tingginya volume sampah organik rumah tangga yang selama ini belum dikelola secara optimal. Sebagian besar limbah organik masih dibuang begitu saja sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui inovasi yang dikembangkan, mahasiswa UM BBM berupaya menghadirkan solusi yang sederhana, efisien, dan mudah dioperasikan sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna di tingkat desa.

Mesin Pencacah dan Mesin Fermentasi Limbah Organik
zoom-in-whitePerbesar
Mesin Pencacah dan Mesin Fermentasi Limbah Organik

Mesin pencacah yang dirancang mampu memperkecil ukuran bahan baku, seperti sisa sayuran, dedaunan, rumput, dan limbah organik lainnya sehingga proses dekomposisi berlangsung lebih cepat dan merata. Selanjutnya, hasil cacahan diproses menggunakan mesin fermentasi yang juga dikembangkan oleh mahasiswa untuk menghasilkan pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Kedua produk tersebut memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan bagi sektor pertanian maupun pekarangan warga.

Tidak hanya mengembangkan teknologi, mahasiswa UM BBM juga melakukan uji coba operasional mesin serta memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai prosedur pengoperasian, perawatan, dan teknik fermentasi yang tepat. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.

Sesi Foto Bersama setelah Demonstrasi Mesin Pengolah Sampah Organik

Kehadiran mesin hasil rancang bangun mahasiswa mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan masyarakat karena dinilai mampu menjadi solusi atas permasalahan sampah organik sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Dengan mengubah limbah menjadi pupuk organik, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan, tetapi juga memperoleh produk yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Melalui inovasi ini, mahasiswa UM BBM Semeru Team menunjukkan bahwa penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pengembangan mesin pencacah dan mesin fermentasi sampah organik menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan desa, serta mendorong terwujudnya ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan masyarakat.