Inovasi Spreadsheet Mahasiswa UMY Bantu Digitalisasi Usaha Unggas

Saya adalah seorang Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prodi Manajemen
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Antica Mey Wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagi mahasiswa yang menjalani magang manajemen, teori financial control dan manajemen persediaan biasanya hanya dijumpai dalam buku teks perkuliahan. Melalui pengalaman langsung di sektor bisnis dan UMKM, teori tersebut menjelma menjadi tantangan nyata ketika saya menginjakkan kaki di PT Lancar Laju Barokah, sebuah perusahaan ritel dan distribusi unggas di Yogyakarta.
Menjalani magang manajemen selama empat bulan di divisi finance membuka mata saya bahwa tantangan terbesar digitalisasi UMKM bukan sekadar mencari tambahan modal, melainkan menjaga kedisiplinan pencatatan dan transparansi arus kas hingga ke unit operasional terdepan.
Di sektor bisnis makanan beku (frozen food), keterlambatan pencatatan barang masuk dan keluar sering kali memicu selisih stok fisik. Hal ini tentu menyulitkan penghitungan valuasi modal yang tertanam di dalam freezer. Berangkat dari permasalahan riil tersebut, saya berinisiatif merancang sebuah sistem realtime stock monitoring berbasis cloud spreadsheet.
Peran Magang Manajemen dalam Digitalisasi UMKM
Sistem ini tidak sekadar melacak jumlah fisik barang secara presisi, tetapi juga langsung mengonversinya secara otomatis menjadi nilai moneter (valuation) dalam freezer berdasarkan harga pokok penjualan (HPP) terbaru. Hasilnya, pihak manajemen dapat memantau secara seketika berapa nilai rupiah aset lancar yang sedang mengendap di setiap titik penyimpanan cabang.
Kendati demikian, kecanggihan sistem digital tentu tidak ada artinya tanpa verifikasi langsung di lapangan. Selama magang manajemen ini, saya juga dilibatkan secara langsung dalam kegiatan audit fisik atau stock opname di beberapa lapak usaha, seperti di cabang Godean dan Gamping.
Turun langsung ke lapangan memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya integrasi antara data digital di layar komputer dan realitas operasional di gudang. Menemukan selisih antara angka di atas kertas dan kondisi fisik freezer mengajarkan saya betapa krusialnya evaluasi SOP serta pengendalian internal yang konsisten.
Pengalaman ini membuktikan bahwa digitalisasi UMKM di sektor riil tidak selamanya harus dimulai dengan perangkat lunak atau aplikasi yang mahal. Berbekal logika bisnis yang tepat dan optimalisasi perangkat sederhana seperti spreadsheet, transparansi dan efisiensi keuangan kini berada dalam genggaman pelaku usaha daerah. Temukan juga berbagai inspirasi dunia kerja lainnya untuk mempersiapkan generasi muda yang siap terjun ke kancah profesional.
