Mengenal Gejala Anoreksia secara Fisik, Psikologis, dan Perilaku

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara umum, gejala anoreksia dicirikan dengan berat badan yang terlalu rendah. Namun, kenyataannya penderita anoreksia tidak selalu terlihat kurus. Penderita gangguan makan satu ini justru kerap menutupi gejala yang dialaminya.
Anoreksia adalah kelainan pola makan yang berhubungan dengan masalah kejiwaan. Penderitanya selalu menganggap dirinya terlalu gemuk, padahal tubuhnya sudah sangat kurus. Bahkan, berat badan mereka bisa berada pada ambang batas yang membahayakan.
Karena kerap merasa takut kegemukan, pengidap anoreksia akan menimbang berat badan berkali-kali, sangat membatasi asupan makanan, terus berolahraga, dan menggunakan obat pelangsing secara berlebihan.
Sebenarnya, anoreksia merupakan jenis penyakit mental yang umum terjadi, terutama pada remaja putri dan wanita usia muda. Namun, tidak menutup kemungkinan anak laki-laki, pria dewasa, bahkan lansia bisa mengalami anoreksia.
Mengutip situs Hopkins Medicine, dibanding penyakit jiwa lain, anoreksia menyumbang angka kematian paling tinggi. Pasalnya, penderita bisa meninggal dunia karena kelaparan, kurang gizi, maupun bunuh diri. Oleh sebab itu, gejala anoreksia harus dikenali secepatnya.
Mengenal Gejala Anoreksia
Tak hanya melibatkan kondisi fisik, anoreksia juga melibatkan kondisi psikologis yang menyimpang dari penderitanya. Itulah mengapa, gejala anoreksia dapat terlihat secara menyeluruh. Berikut uraian gejala yang dialami penderitanya.
1. Gejala Fisik
Menyadur dalam buku Kesehatan Masyarakat dalam Determinan Sosial Budaya karangan Hermien Nugraheni, penderita anoreksia mengalami berbagai gejala fisik seperti:
Penurunan berat badan yang berlebihan;
Tampak sangat kurus dan tidak sehat;
Pucat karena anemia;
Kehilangan gairah seksual;
Gangguan pada jantung, seperti jantung berdebar;
Tekanan darah rendah;
Gagal ginjal;
Kulit tangan dan kaki kering serta kekuningan akibat kurang aliran darah;
Dehidrasi;
Mudah lelah atau pingsan tanpa sebab;
Gigi mudah rusak;
Muncul rambut halus di wajah dan bagian tubuh lain;
Mudah kedinginan;
Rambut menipis dan mudah rontok;
Sembelit atau sakit perut;
Bengkak pada lengan dan tungkai;
Gangguan menstruasi;
Jari tangan dan kaki kebiruan.
2. Gejala Psikologis dan Perilaku
Selain gejala fisik, penderita anoreksia juga menunjukkan tanda-tanda khusus pada perilaku dan mentalnya. Katie Fm Marwick dalam bukunya Crash Course Psychiatry 1e Indonesian Edition menambahkan gejala psikologis yang ditimbulkan, di antaranya:
Insomnia;
Merasa rendah diri;
Mudah cemas dan depresi;
Jarang mengungkapkan perasaan yang sedang dialami;
Takut berat badan bertambah;
Terlalu memikirkan bentuk tubuh dan berat badan;
Merasa gemuk meski berat badan di bawah normal;
Konsentrasi menurun;
Mudah marah saat jam makan;
Terobsesi dengan diet, bentuk tubuh, dan berat badan.
Adapun gejala perilaku yang dimaksud, seperti:
Berlebihan dalam melakukan diet, seperti menghitung jumlah kalori di setiap makanan yang dikonsumsi;
Merasa makan banyak, meski hanya makan dalam porsi kecil;
Tidak mau makan di depan orang;
Menyalahgunakan obat diuretik dan pencahar (pelancar buang air besar);
Sering bercermin untuk melihat bentuk tubuh;
Menghindari makan atau berbohong dengan mengatakan sudah makan, meski sebenarnya belum;
Menarik diri dari lingkungan sosial;
Melakukan latihan fisik yang berlebihan dan stres bila tidak bisa melakukannya;
Melukai diri sendiri sampai melakukan percobaan bunuh diri;
Sering menimbang berat badan.
Komplikasi yang Dialami Penderita Anoreksia
Penurunan berat badan yang drastis menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kelelahan, tekanan darah turun, pusing, haid tidak teratur, kulit kering, suhu tubuh dingin, rambut rontok, hingga denyut jantung yang tidak beraturan.
Jika kondisi anoreksia dibiarkan dan tidak ditangani dengan tepat, hal ini bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, seperti:
Anemia atau kurang darah;
Masalah pada jantung seperti prolaps katup mitral, irama jantung abnormal, atau gagal jantung;
Pengeroposan tulang (osteoporosis) yang membuat risiko patah tulang kian tinggi;
Kehilangan otot;
Pada wanita, tidak mengalami menstruasi;
Pada pria, terjadinya penurunan hormon testosteron;
Masalah gastrointestinal seperti sembelit, kembung, atau mual;
Ketidakseimbangan elektrolit seperti rendahnya kadar kalium darah, natrium, dan klorida;
Masalah ginjal;
Kerusakan organ, jika penderitanya mengalami anoreksia parah. Organ yang bisa mengalami kerusakan antara lain otak, jantung, dan ginjal.
Selain itu, terdapat pula komplikasi yang ditimbulkan bersifat psikologis, yaitu:
Depresi, kecemasan, dan gangguan suasana hati lainnya;
Gangguan kepribadian;
Gangguan obsesif-kompulsif;
Penyalahgunaan alkohol dan obat terlarang;
Keinginan melukai diri sendiri, pikiran untuk bunuh diri, atau upaya bunuh diri.
Mendiagnosis kelainan makan satu ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Dokter dan ahli kesehatan mental akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
Pemeriksaan fisik dengan mengukur tinggi badan, berat badan, tanda-tanda vital, dan lain sebagainya;
Evaluasi psikologis untuk mengecek pikiran, perasaan dan kebiasaan makan penderita;
Tes laboratorium yang akan mendapatkan hasil hitung darah lengkap, serta tes darah untuk melihat fungsi hati, ginjal, dan sebagainya;
Tes berupa X-ray untuk mengecek kepadatan tulang, ada tidaknya keretakan atau patahan di tulang, kemungkinan pneumonia, atau masalah jantung, serta penggunaan Electrocardiograms untuk melihat ada tidaknya keanehan di jantung.
Baca Juga: Waspadai Anoreksia Nervosa, Gangguan Jiwa yang Sering Diabaikan
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa itu anoreksia?

Apa itu anoreksia?
Anoreksia adalah kelainan pola makan yang berhubungan dengan masalah kejiwaan. Penderitanya selalu menganggap dirinya terlalu gemuk, padahal tubuhnya sudah sangat kurus. Bahkan, berat badan mereka bisa berada pada ambang batas yang membahayakan.
Bagaimana cara mendeteksi anoreksia?

Bagaimana cara mendeteksi anoreksia?
Untuk mendiagnosis anoreksi, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, evaluasi psikologis, hingga tes laboratorium.
Apakah anoreksia termasuk gangguan jiwa?

Apakah anoreksia termasuk gangguan jiwa?
Anoreksia merupakan jenis penyakit mental yang umum terjadi, terutama pada remaja putri dan wanita usia muda. Namun, tidak menutup kemungkinan anak laki-laki, pria dewasa, bahkan lansia bisa mengalami anoreksia.
