Doa Tahlil Kubur: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa tahlil kubur merupakan cara umat muslim untuk mendoakan pemeluk agama Islam yang telah meninggal dunia. Selaras dengan konsep doa dalam ajaran Islam, doa tahlil pun hanya tertuju kepada Allah Swt.
Tahlil memang melekat dengan unsur tauhid (keesaan Allah). Menurut bahasa Indonesia, tahlil memiliki arti sebagai pengucapan kalimat tauhid la ila ha illallah yang artinya tidak ada Tuhan selain Allah.
Doa Tahlil Kubur Lengkap dengan Artinya dalam Bahasa Indonesia
Doa tahlil kubur merupakan amalan bagi umat muslim yang masih hidup untuk mendoakan muslim lain yang telah wafat. Dikutip dari buku Tahlilan Bukan Pesta Kematian, Aziz (2020: 106), tahlil adalah membaca kalimat Laa Ilaaha Illallah.
Kata tersebut kemudian mengalami penambahan akhiran dalam bahasa Indonesia, yakni tahlilan. Tahlilan merupakan kegiatan membaca zikir, tahlil, selawat, serta ayat Al-Qur’an untuk memohon ampunan serta rahmat bagi orang yang meninggal dunia.
Dikutip dari laman NU Online, quran.nu.or.id, berikut ini adalah tiga contoh doa yang termasuk bacaan tahlil.
1. Contoh Bacaan yang Pertama
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ
Bacaan Latin: “Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafaa sayyidinaa Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa aalihi wa azwaajihi wa awlaadihi wa dzurriyyaatihi al-faatiḫah.”
Arti bacaan doa: “Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…”
2. Contoh Bacaan yang Kedua
ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَخُصُوْصًا إِلَى مُؤَسِّسِيْ جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ الْفَــاتِحَةُ
Bacaan Latin: “Tsumma ilaa ḫadlrati ikhwaanihi minal-anbiya’i wal-mursaliin wal-auliya’i wasy-syuhadaa’i wash-shaalihiin wash-shaḫaabati wat taabi‘iin wal-‘ulamaa’il-‘aamiliin wal-mushannifiinal-mukhlishiin wa jamii‘il-malaaikatil-muqarrabiin, khusuushan ilaa sayyidinaasy-syaikh ‘abdil qaadir al-jiilaanii wa khushuushan ilaa muassisii jam‘iyyah Nahdlatil Ulama, al-faatiḫah.”
Arti bacaan doa: Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi‘in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.”
3. Contoh Bacaan yang Ketiga
ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى اٰبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ الْفَاتِحَةُ
Bacaan Latin: “Tsumma ilaa jamii‘i ahlil-qubuuri minal-muslimiina wal-muslimaati wal-mu’miniina wal-mu’minaati min masyaariqil-ardli ilaa maghaaribihaa barrihaa wa baḫrihaa khushushan ilaa abaa’inaa wa ummahaatinaa wa ajdaadinaa wa jaddaatina wa masyaakhinaa wa masyaayikhi masyaayikhinaa wa asaatidzati asaatidzatinaa wa liman aḫsana ilainaa wa liman ijtama‘naa haahunaa bisababihi, al-faatiḫah.”
Arti bacaan doa: “Kemudian kepada semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.”
Jika melihat tiga contoh bacaan tahlil di atas, jelas bahwa setiap akhir kalimat memuat “Al-Fatihah”. Hal itu berarti bahwa, umat muslim atau jemaah yang menghadiri tahlil perlu membaca Surat Al Fatihah. Wallahu a’lam bishawab.
Baca juga: 3 Bacaan Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal dan Artinya
Doa tahlil kubur memang mempunyai banyak jenis narasi. Walaupun demikian, doa tahlil tetap mengacu kepada Allah Swt. sebab Islam memiliki ajaran tauhid yang meyakini bahwa Allah Swt. adalah Tuhan yang Maha Esa dan Maha Segalanya. (AA)
