Konten dari Pengguna

Apa Itu Saham HSC? Ini Pengertian dan Dampaknya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai 2 November 2026. Kebijakan ini sering kali memunculkan pertanyaan di kalangan investor mengenai apa itu saham HSC sebenarnya.

Langkah tersebut merupakan upaya BEI untuk meningkatkan transparansi sekaligus menyajikan gambaran pergerakan pasar saham yang lebih representatif. Berdasarkan data BEI, terdapat 80 saham yang masuk kategori HSC dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, dan properti hingga teknologi.

Apa Itu Saham HSC?

Ilustrasi apa itu saham HSC. Foto: Unsplash

Mengutip laman resmi IDX, HSC adalah kondisi di mana kepemilikan saham perusahaan terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham tertentu. Akibatnya, jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik atau free float menjadi relatif terbatas.

Kondisi ini dapat memengaruhi likuiditas perdagangan dan pergerakan harga saham. Terbatasnya jumlah saham yang beredar di publik juga berpotensi meningkatkan risiko fluktuasi harga yang signifikan.

Meski demikian, status HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran oleh perusahaan. Kategori ini lebih berkaitan dengan struktur kepemilikan saham dan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan investor dalam menilai karakteristik dan risiko suatu saham.

Dampak Saham HSC bagi Investor

Penetapan status HSC dapat berpengaruh terhadap posisi saham dalam indeks dan risiko yang perlu dipertimbangkan investor. Berikut sejumlah dampak yang perlu diperhatikan.

1. Dikecualikan dari Perhitungan Indeks Utama

Berdasarkan pengumuman BEI Nomor Peng-00201/BEI.POP/10-2026 pada Rabu (21/10/2026), saham yang masuk dalam daftar HSC akan dikecualikan dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026. Kebijakan ini memperluas langkah BEI yang sebelumnya telah mengeluarkan saham HSC dari indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.

Namun, pengecualian dari perhitungan indeks tidak berarti saham tersebut dihapus dari pencatatan bursa atau mengalami delisting. Saham-saham HSC tetap dapat diperdagangkan di BEI, tetapi pergerakan harganya tidak akan memengaruhi perhitungan IHSG.

2. Risiko Likuiditas Rendah

Terbatasnya jumlah saham yang beredar di publik membuat saham HSC lebih sulit diperjualbelikan dalam jumlah besar tanpa memengaruhi harganya.

3. Potensi Volatilitas Harga

Saham HSC berpotensi mengalami fluktuasi harga yang signifikan karena terbatasnya jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di publik. Kondisi ini dapat memicu kenaikan atau penurunan harga secara tajam.

BEI juga akan mengevaluasi status HSC secara berkala mengikuti siklus evaluasi indeks. Jadwal evaluasi yang sebelumnya berlangsung pada Maret, Juni, September, dan Desember bergeser menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober.

Dengan evaluasi berkala tersebut, status suatu emiten dapat berubah apabila struktur kepemilikan sahamnya mengalami perbaikan dan tidak lagi memenuhi kriteria HSC.

Contoh Saham HSC

Saham-saham yang masuk kategori HSC saat ini mencakup sekitar 18 persen dari IHSG. Berikut daftar 80 saham yang masuk kategori HSC berdasarkan data BEI:

  • PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)

  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII)

  • PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)

  • PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

  • PT Golden Flower Tbk (POLU)

  • PT Soho Global Health Tbk (SOHO)

  • PT Bank Permata Tbk (BNLI)

  • PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)

  • PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)

  • PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)

  • PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)

  • PT FAP Agri Tbk (FAPA)

  • PT Ifishdeco Tbk (IFSH)

  • PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)

  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

  • PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)

  • PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

  • PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)

  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)

  • PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)

  • PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)

  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

  • PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)

  • PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)

  • PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)

  • PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)

  • PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)

  • PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)

  • PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)

  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

  • PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)

  • PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)

  • PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)

  • PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

  • PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)

  • PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

  • PT Bank Mega Tbk (MEGA)

  • PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)

  • PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)

  • PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)

  • PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)

  • PT Siantar Top Tbk (STTP)

  • PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)

  • PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)

  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

  • PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)

  • PT Mahkota Group Tbk (MGRO)

  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)

  • PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)

  • PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)

  • PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)

  • PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)

  • PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)

  • PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)

  • PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)

  • PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)

  • PT Steady Safe Tbk (SAFE)

  • PT Charnic Capital Tbk (NICK)

  • PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)

  • PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)

  • PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)

  • PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)

  • PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)

  • PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)

  • PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)

  • PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS)

  • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)

  • PT Akasha Wira International Tbk (ADES)

  • PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)

  • PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)

  • PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)

  • PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)

  • PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)

  • PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)

  • PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)

  • PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)

  • PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)

  • PT Temas Tbk (TMAS)

  • PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)

Baca Juga: Apa Itu Emerging Market? Ini Arti, Indikator Penilaian, dan Contoh Negara

(SA)